Kacab Bank Tewas
Bukan Crazy Rich Dwi Hartono, Eras Penculik Kacab Bank BUMN Ungkap Bos Besar yang Beri Perintah
Sosok Eras, salah satu penculik Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN Ilham Pradipta yang ditangkap pada Rabu (20/8/2025) mengungkap soal sosok bos besar.
Editor: galuh palupi
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sosok Eras, salah satu penculik Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN Ilham Pradipta yang ditangkap pada Rabu (20/8/2025) mengungkap soal sosok bos besar.
Sosok bos besar ini dibongkar oleh Adrianus Agau, pengacara pelaku penculikan.
Dalam tayangan wawancara Kompas.com, Adrianus Agau mengurai cerita Eras soal sosok bos besar.
Bukan Dwi Hartono, bos besar ini disebutkannya berinisia F.
Kata Eras, selama ini ia dan penculik lainnya diperintahkan oleh F untuk menjemput paksa Ilham lewat sambungan telepon saja.
Saat memberikan perintah, F konon menjanjikan bayaran Rp60 juta untuk Eras dan empat orang lainnya.
Baca juga: Pernah Ketemu, Hotman Paris Ngaku Tak Kenal Dwi Hartono Otak Pembunuhan Kacab Bank: Ngasih Sumbangan
"Faktanya memang bukan mereka (penculik) yang melakukan pembunuhan. Mereka adalah yang melakukan penjemputan paksa dari Jakarta Timur, setelah mereka melakukan penjemputan paksa baru mereka menyerahkan (korban) di Cawang atas arahan melalui telepon dari oknum berinisial F," ungkap Adrianus Agau dikutip TribunnewsBogor.com pada Rabu (27/8/2025).
Awalnya kata Adrianus, Eras hanya diperintahkan untuk menculik Ilham saja.
Eras dan kawan-kawan pun diminta menyerahkan Ilham dalam kondisi hidup ke gerombolan eksekutor di kawasan Cawang.
"Eras ini dia menerima arahan dan bujukan untuk mendapatkan suatu pekerjaan dari inisial oknum bernama F. Setelah mendapat bujukan, F sudah meyakinkan Eras dan kawan-kawan, jadi mereka berlima untuk menerima pekerjaan itu yang katanya hanya menjemput orang, baru mereka serahkan di Cawang," imbuh Adrianus.
Setelah membawa Ilham di mobil, kata Eras ia dan teman-temannya tidak menyakiti korban sama sekali.
Karenanya saat diminta untuk jemput korban lagi di tengah malam, Eras terkejut.
Hal itu lantaran Ilham saat itu yakni pada Kamis (21/8/2025) dini hari sudah tak bernyawa.
"Dalam proses perjalanan dari Lo***mart ke Cawang itu mereka (penculik) hanya membuat (menutup) tutup mata (korban) dengan lakban dan di tangannya. Setelah itu mereka menyerahkan (korban) ke eksekutor, kami baru tahu bahwa itu eksekutor," pungkas Adrianus.
Perihal sosok F alias bos besar, Adrianus blak-blakan.
Sumber: Tribun Bogor
| Sosok S Pemberi Informasi Data Rekening Dormant di Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Ilham Pradipta |
|
|---|
| Alasan 2 Oknum TNI Mau Terlibat Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Diimingi Rp 100 Juta, Motif Ekonomi? |
|
|---|
| Detik-detik Tragis Ilham Pradipta: Dibantai dan Dibuang Hidup-hidup, Saat Nyawa Hampir Lenyap |
|
|---|
| Tak Ada Kacab Bank Bersedia Pindahkan Uang ke Rekening Dormant, Ilham Pradipta Dipilih Secara Acak |
|
|---|
| Kacab Bank BUMN Punya Firasat Sebelum Tewas? Pengacara Beber Gelagat Aneh, Didatangi Sosok Misterius |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Otak-Pelaku-Pembunuhan-Ilham-Pradipta-berhasil-ditangkap-Polisi.jpg)