Hal ini diungkapkan Irfan setelah ia resmi undur diri pada 30 Juli 2012.
"Saya ingin membereskan kondisi keuangan saya yang sudah menipis."
"Soalnya gaji saya di PT Inti turun di atas 50 persen dibanding gaji sebelum masuk perusahaan BUMN," terang Irfan selepas konferensi pers di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (30/7/2012), dilansir Kompas.com.
Saat itu, Irfan menjelaskan sebenarnya ia tidak pernah mempermasalahkan gaji.
Namun, lanjut Irfan, kondisi tabungan yang menipis membuat ia memilih mencari pekerjaan lain.
"Sebagai BUMN kecil, gaji dan tantiemnya tidak besar. Tapi saya tidak pernah keberatan dengan gaji."
"Namun kalau tabungan saya menipis, boleh dong saya cari yang lebih baik lagi," ujar Irfan.
Ia pun resmi menjabar sebagai CEO sebuah perusahaan tambang setelah mundur dari PT INTI.
Meski begitu, Irfan Setiaputra mengaku siap jika mengabdi lagi ke anak perusahaan BUMN.
Dengan syarat kondisi keuangannya sudah membaik.
"Asal dengan syarat kondisi keuangan saya sudah membaik."
"Saya pasti mau membantu BUMN lagi," katanya polos.
Terbukti, Irfan Setiaputra kini resmi menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru.
• Jajaran Komisaris PT Garuda Indonesia, dari Triawan Munaf hingga Yenny Wahid
Dikutip Tribunnews dari profil LinkedIn Irfan, berikut ini jejak kariernya:
Maret 1996 - Juni 2000: Account Manager di IBM
Juni 2000 - April 2002: Managing Director di LinkNet
Mei 2002 - Januari 2009: Country Manager di Cisco Systems
Maret 2009 - Juli 2012: President & CEO di PT INTI
Agustus 2012 - Mei 2016: CEO di PT Titan Mining Indonesia
Mei 2015 - Mei 2016: COO di ABM Investama Tbk PT
Juli 2014 - Mei 2017: President Director & CEO di PT Cipta Kridatama
Mei 2017 - Desember 2017: President Director & CEO di Reswara Minergi Hartama
Februari 2019 - sekarang: CEO di Sigfox Indonesia
(TribunNewsmaker/*)
Sebagian Artikel Ini telah tayang di TribunNews.com dengan judul Irfan Setiaputra, Dirut Baru Garuda Indonesia, Pernah Mundur dari Perusahaan BUMN karena Gaji Kecil