Meski hasil swab belum keluar, tim medis melakukan penelusuran kontak erat dengan dua karyawan tersebut.
Dari hasil tracing dua karyawan itu ada lima warga yang dinyatakan reaktif rapid test.
"Satu orang berasal dari Panggang dan empat lainnya dari Semanu. Jadi, total dari klaster indogrosir ada tujuh orang yang reaktif," kata Dewi.
Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan pihaknya saat ini sedang membahas masalah tempat untuk para warga yang reaktif dari pemeriksaan rapid test tersebut.
"Saat ini sedang diupayakan solusinya, mudah-mudahan ada tempat yang bisa," kata Badingah.
Di Bantul, 7 pasien dari klaster Sleman
Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Infeksi Covid-19 Pemkab Bantul Sri Wahyu Joko Santoso menjelaskan ada penambahan empat pasien Covid-19 di Bantul.
Empat pasien tersebut dari klaster pusat grosir di Sleman.
Mereka adalah pasien laki-laki 25 tahun asal kecamatan Pleret, laki-laki 32 tahun asal Kecamatan Kasihan, laki-laki 25 tahun asal Kecamatan Pajangan, dan perempuan 25 tahun asal kecamatan Srandakan.
Saat ini mereka dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro.
Dengan tambahan empat pasien, total pasien positif dari klaster grosir Sleman yang ada di Bantul sebanyak tujuh orang.
"Mereka yang melakukan kontak erat dengan pasien positif diharapkan bisa melakukan isolasi mandiri," kata Oki panggilan akrab Sri Wahyu.
Sementara itu di Kulonprogo, ada satu pasien positif Covid-19.
Ia adalah salah satu dari tiga pegawai pusat grosir yang tinggal di Kulonprogo.
Pasien adalah seorang pria berusia 33 tahun asal Kapanewon Nanggulan.