Sementara itu, sang ibu, Tuty Charity, selain merasa bangga tetapi juga sempat merasa khawatir pada anaknya itu. Karena kondisi pandemi Covid-19.
"Kami bangga dan terharu, mudah-mudahan ini bisa menjadi sejarah.
Ke depannya apa yang anak saya cita-citakan tercapai," kata Tuty kepada Kompas.com.
"Dengan situasi Covid-19 ini saya was-was.
Tapi saya lihat tadi dia bisa melaksanakan tugasnya dengan baik," lanjutnya.
• Kisah Cucu Soeharto Jadi Paskibraka Pembawa Baki 30 Tahun Lalu, Faktanya Baru Terungkap di 2018
• 10 Insiden Tak Terduga Petugas Paskibraka: Peci Tersangkut Bendera, Pingsan Hingga Rok Melorot
Nonton di rumah tetangga
Tuty dan suaminya Karsiman menyaksikan siaran langsung penurunan bendera dari siaran televisi, di rumah tetangganya.
"Di sini sama sama (nonton) biar enaknya aja disini rame rame," ujar Tuty.
Sylvia merupakan Siswi kelas XII SMA Kartika I-4 Pematangsiantar.
Ia dua kali terpilih sebagaii petugas pengibar pusaka di Istana.
Tahun lalu Sylvia menjadi cadangan pembawa baki bendera.
Kini Sylvia menjadi pembawa baki di Tim Merauke yang bertugas untuk upacara penurunan bendera HUT ke-75 RI 17 Agustus 2020 sore.
• Indrian Puspita Ramadhani, Paskibraka 17 Tahun yang Cetak Sejarah karena 2 Kali Dipanggil ke Istana
• 7 Artis Ini Ternyata Pernah Jadi Anggota Paskibraka 17 Agustus, Ada yang Sampai ke Istana Negara
Orangtua ingin anaknya jadi panutan yang baik
Meski dua kali terpilih sebagai anggota Paskibraka nasional, para tetangga Sylvia mencapnya sebagai pribadi yang baik, tetap ramah dan rendah hati.
Prestasinya tak membuat Sylvia jadi sombong.