Keduanya pun terlibat saling dorong hingga korban terjatuh dan diduga dicekik dengan tali. Dalam peristiwa itu, korban tewas.
"Kemudian tersangka memerkosa korban sebanyak satu kali," kata Ary dalam keterangan tertulisnya.
GKR mencoba kabur ketika polisi mencari barang bukti. Saat dibawa ke Pelabuhan Halte Doom, GKR kembali mencoba kabur dan mencoba mengambil senjata api polisi.
"Tim mengambil tindakan tegas terukur terhadap tersangka kemudian tersangka dibawa ke RS Sele Be Solu untuk mendapatkan pengobatan," kata dia.
Sepulang dari rumah sakit, GKR ditahan di Mapolres Sorong.
Ia kemudian diperiksa polisi. GKR saat itu tak mengakui perbuatannya dan dikembalikan lagi ke dalam tahanan.
• Kronologi Adik Ipar Edo Kondologit Meninggal di Tahanan Menurut Polisi, Bentuk Tim untuk Selidiki
"Pak, ada tahanan yang lemas.."
Penganiayaan diduga dilakukan oleh tahanan lain seusai GKR diperiksa oleh polisi dan berada di ruang tahanan.
Kasat Reskrim Polres Sorong Kota AKP Misbhacul Munir mengemukakan, GKR disebut tewas karena dianiaya oleh tahanan lain berinisial C.
Menurut polisi, tahanan tersebut telah mengakui perbuatannya.
Bahkan setelah menganiaya, tahanan tersebut sempat memanggil petugas piket sekitar pukul 22.30 WIT.
"Usai menganiaya korban hingga tak sadarkan diri, tersangka sempat memanggil petugas piket jaga, Pak.. Pak, ada tahanan yang lemas," kata Misbhacul.
"Korban kemudian dibawa ke rumah sakit sudah meninggal dunia. Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Satu tersangka inisial C sudah mengakui perbuatannya," papar dia.
Berdasarkan CCTV ruang tahanan yang kemudian dicek oleh petugas piket, tahanan C itu melakukan penganiayaan pada dada dan wajah GKR berulang-ulang.
Edo Kondologit emosi