Kasus Tewasnya Adik Ipar Edo Kondologit, Keluarga Geruduk Mapolres Sorong, Penganiayaan Terekam CCTV

Editor: ninda iswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tangkapan layar Edo Kondologit ngamuk di depan kantor polisi atas janggalnya kematian adik ipar di penjara

Mengetahui kejadian yang menimpa adik iparnya, Edo tak tinggal diam. 

Edo menuntut keadilan atas kematian adik iparnya. Video Edo emosi perihal peristiwa itu, viral di media sosial.

"Kita menuntut keadilan, kaluarga akan proses ini. Kita akan menuntut Propam, menuntut Polda, Polsek," kata dia.

Ada beberapa hal yang menurutnya tak dapat diterima dalam kejadian ini.

Antara lain perihal alasan kepolisian menembak kaki adik iparnya supaya tak melarikan diri.

"Di dalam polres ya bukan dI luar. Masih diproses, ditembak itu alasan mau melarikan diri. Melarikan diri bagaimana, ditembak itu kedua kakinya," kata Edo dikutip dari Tribunnews.com, Senin (31/8/2020).

"Alasannya apa, seberat apa emang pelanggarannya sampai ditembak dua begitu, memang polisi ini hakim, enggak bisa begitu," tegas dia.

Ia mempertanyakan tanggung jawab pihak kepolisian dalam kasus GKR.

"Berbelit-belit, mereka enggak pernah terbuka kok. Mereka alasan (dianiaya) karena tahanan. Loh tahanan ngehajar dibiarin? Tahanan kan dalam pengawasan kalian, ada CCTV kok, terus kalian biarkan, kalian mau cuci tangan?" ucap Edo.

"Karena yang menyebabkan darahnya banyak itu dianiaya tahanan ya pasti orang mati lah. Dari pagi belum makan, dia belum makan, juga pengaruh narkoba, minuman keras, kalian aniaya seperti begitu," jelas Edo.

Viral Kemarahan Edo Kondologit Saat Adik Ipar Tewas di Tahanan dengan Tubuh Luka, Berbelit-belit

Keluarga geruduk Mapolres

Kecewa terhadap polisi, keluarga Edo Kondologit menggeruduk Mapolres Sorong Kota, Senin (31/8/2020) sekitar pukul 12.30 WIT.

"Bapak polisi bisa melihat sendiri betapa sedihnya seorang ibu anaknya meninggal dalam keadaan tidak wajar dengan kaki tertembak dan dianiaya oleh para tahanan itu," ujar Edo.

Ia menilai meninggalnya GKR di tahanan tak wajar. Keluarga Edo mendesak, kasus kematian GKR diusut tuntas, termasuk jika ada polisi yang terlibat.

Edo mengatakan, seharusnya polisi menjadi pengayom masyarakat.

Halaman
1234