Kasus Tewasnya Adik Ipar Edo Kondologit, Keluarga Geruduk Mapolres Sorong, Penganiayaan Terekam CCTV

Editor: ninda iswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tangkapan layar Edo Kondologit ngamuk di depan kantor polisi atas janggalnya kematian adik ipar di penjara

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus tewasnya adik ipar Edo Kondologit berinisial GKR (21) masih menyisakan tanya.

Pihak keluarga pun menuntut keadilan atas tewasnya GKR di dalam tahanan.

GKR meninggal dunia pada Jumat (28/8/2020) pukul 20.00 WIT.

Video Edo Kondologit mengamuk karena adik iparnya meninggal dunia di dalam tahanan pun viral di media sosial.

Bahkan nama Edo Kondologit sampai menjadi trending topic di Twitter.

GKR meninggal dunia diduga karena mengalami kekerasan fisik di Mapolres Sorong Kota.

Fakta Adik Ipar Edo Kondologit Tewas di Sel: Diduga Dianiaya Tahanan Lain, Keluarga Tuntut Keadilan

Edo Kondologit Marah-marah Tak Terima Kematian Adik Ipar di Penjara, Polisi: Dianiaya Tahanan

Viral di media sosial penyanyi sekaligus politisi PDI-P Edo Kondologit marah-marah di kantor polisi. Dari captio video yang diunggah akun Facebook Bob Priyo Husodo, Edo disebut marah karena adik iparnya tewas dengan luka penganiayaan di kantor polisi. (Tangkapan layar Facebook via Tribunnews)

Keluarga menyerahkan GKR ke Mapolres Sorong Kota pada Jumat (28/8/2020) sekitar pukul 10.00 WIT.

Mengetahui sang adik ipar meninggal dunia dalam sel lantaran diduga dianiaya tahanan lain, penyanyi sekaligus politikus PDIP ini geram.

Ia bahkan mengamuk hingga videonya viral di media sosial.

Keluarga pun sempat menggeruduk Mapolres Sorong pada Senin (31/8/2020).

Berikut deretan fakta tewasnya adik ipar Edo Kondologit di dalam tahanan.

Kasus pencurian, pembunuhan dan pemerkosaan, ditembak oleh polisi 

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan menjelaskan, GKR yang merupakan adik ipar Edo memang ditangkap dan ditahan.

Ia dibekuk karena kasus dugaan pencurian, pembunuhan disertai pemerkosaan seorang nenek berusia 70 tahun di Pulau Doom, Sorong, Kamis (27/8/2020).

GKR diduga berada di bawah pengaruh alkohol ketika sedang berupaya mencuri telepon genggam dan televisi korban. Saat itu, korban memergoki GKR.

Halaman
1234