Virus Corona

Jelang Akhir Tahun, Kasus Covid-19 di Jabodetabek Memburuk, RS Hampir Penuh, Bekasi Nyalakan 'Alarm'

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi daerah jadi zona merah gara-gara banyak yang terpapar virus corona

Sedangkan untuk ruang ICU terdata ada 907 tempat tidur, dan kini sudah terisi sebanyak 772 tempat tidur.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU untuk mengantisipasi lonjakan kasus jelang libur akhir tahun.

Widyastuti menargetkan penambahan 508 tempat tidur isolasi dan 113 tempat tidur ICU di RS rujukan Covid-19 Jakarta dalam waktu dekat.

Data per 21 Desember 2020 menunjukkan, Jakarta memiliki total 164.577 kasus positif, 3.097 di antaranya meninggal dunia. Kasus aktif saat ini adalah 13.172, seperti dilansir corona.jakarta.go.id.

Bekasi nyalakan alarm

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, "menghidupkan alarm" sebagai tanda peringatan menipisnya ketersediaan fasilitas kesehatan untuk pasien Covid-19, mulai dari PCR kit hingga ruang isolasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati mengatakan, Pemkot hanya memiliki 30.000 alat tes PCR.

"Alat itu tidak akan bertahan hingga Maret jika jumlah tracing terus bertambah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Pemkot Bekasi Rina Octavia mengungkapkan tempat tidur ICU khusus pasien Covid-19 hanya tersisa 9 saja.

"Ketersediaan tempat tidur di ruang ICU ada 67 dan sudah terisi 58.

Sisa 9 tempat tidur saja.

Ini untuk total seluruh RS Kota Bekasi," ujar Rina, Senin (21/12/2020).

Menipisnya jumlah tempat tidur ICU bersamaan dengan menipisnya tempat tidur isolasi di RS rujukan Covid-19. Hanya tersisa 304 tempat tidur isolasi dari total 1.285.

Berdasarkan data corona.bekasikota.go.id per 22 Desember 2020, Bekasi mencatatkan total 14.038 kasus Covid-19, 226 di antaranya meninggal dunia.

Sebanyak 1.164 orang saat ini ada dalam perawatan atau isolasi.

Halaman
123