Sosok

FIRASATNYA Terbukti, Sosok Ini Ternyata Sudah Curigai Hibah Rp 2 Triliun Akidi Tio: Halusinasi

Penulis: Monalisa
Editor: octaviamonalisa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Heriyanti anak Akidi Tio, secara simbolis beri sumbang Rp 2 Triliun untuk penanganan covid-19 di Indonesia

Reporter: Octavia Monalisa

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kebohongan Heriyanti, anak Akidi Tio soal sumbangan Rp 2 triliun menggegerkan publik.

Terlanjur disanjung dan dipuji bak dewa, siapa sangka Heriyanti, anak Akidi Tio hanya berbohong soal sumbangan Rp 2 triliun.

Bahkan kini Heriyanti, anak Akidi Tio ini terancam ditetap kan sebagai tersangka hoax sumbangan Rp 2 triliun.

Usut punya usut, rupanya kecurigaan soal sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio sudah dirasakan oleh sosok ini.

Sejak awal sosok ini mengaku tidak kagum sama sekali mendengar kabar tentang sumbangan Rp 2 triliun yang diberikan keluarga Akidi Tio.

Dan kini kecurigaan sosok ini terbukti benar.

Uang sumbangan Rp 2 triliun yang dijanjikan Heriyanti untuk penanganan Covid-19 ternyata tidak ada wujudnya.

Baca juga: PROFIL Heriyanti, Anak Akidi Tio yang Bohong Soal Hibah Rp 2 Triliun, Ternyata Punya Utang Banyak

Baca juga: SOSOK Heriyanti, Anak Akidi Tio Terancam Tersangka, Sumbangan Rp 2 T Hoax, Polisi: Uang Itu Tak Ada!

Heriyanti, anak Akidi Tio diperiksa polisi, sumbangan Rp 2 triliuun diduga hanya kebohongan (Humas Polda Sumsel.com/ TribunSumsel.com/Shinta Dwi Anggraini)

Hal ini diungkap Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro.

"Tidak benar pak sudah kita cek uang itu tidak ada.

Nah dengan kondisi itu dia akan jadi tersangka," kata Ratno menambahkan.

Sosok yang mencurigai kebohongan anak Akidi Tio tak lain adalah mantan Menkumham Hamid Awaludin.

Dalam tulisannya yang dipublis Kompas.com, Hamid Awaludin menuliskan kecurigaannya soal sumbangan fantastis Akidi Tio tersebut.

Bahkan Hamid pun menyinggung soal akal waras masyarakat Indonesia yang mudah percaya.

Sayangnya kebiasaan ini selalu diulang oleh masyarakat Indonesia termasuk para pejabat.

Halaman
1234