'Terus Menangis' Pilu Nasib Anak Bos Ayam Ibunya Dibunuh Karyawan, Kini Yatim Piatu, Dirawat Nenek

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Setelah membunuh MIM, kedua pelaku yang merupakan karyawan korban lansung kabur sambil membawa A, anak korban.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pilu nasib balita anak bos ayam goreng, A (1,5) yang ibunya dibunuh karyawannya sendiri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kini A menjadi yatim piatu setelah ibunya berinisial MIM (29) dibunuh karyawan di warung miliknya.

Anaknya yang masih balita kini harus hidup sebatang kara.

Pasalnya, suami dari MIM sudah meninggal dunia, sejak A masih berumur tiga bulan dalam kandungan

"Bayi itu anak yatim. Bapak kandungnya meninggal saat dia di kandungan, saat ibunya hamil 3 bulan," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat dihubungi, Sabtu (18/2/2023).

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawieny Panjiyoga mengatakan ayah kandung A, meninggal karena terpapar Covid-19. 

"Jadi bayi itu pada saat usia 3 bulan itu bapaknya meninggal karena Covid," kata Panjiyoga.

Baca juga: Ya Allah Pecah Tangis Keluarga Bos Ayam Dibunuh Karyawan & Anak Dibawa Kabur, Miris saat Ditemukan

Baca juga: Kau Jahat! Tangis Histeris Istri Sopir Taksi Online, Suami Dibunuh Anggota Densus 88, Mobil Dicuri

Bos ayam goreng di Bekasi ternyata dibunuh karyawannya (YouTube Kompas TV)

Febri Noviana, suami MIM, yang menemukan jasad istrinya bersimbah darah, merupakan ayah tiri dari A.

Sehingga, usai MIM dibunuh kedua pelaku, HK (21) dan MA (14) secara sadis, kini A bertatus yatim piatu.

Kemudian, A diserahkan pihak kepolisian kepada neneknya.

"Iya yatim piatu. Diserahkan ke neneknya dan tantenya.

Sekarang di tangan neneknya," ujar Panjiyoga. 

Sebelumnya, polisi mengungkap alasan kedua pelaku membawa kabur A usai membunuh MIM

Menurut Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, anak tersebut terus-menerus menangis setelah ibunya dibunuh menggunakan tabung gas. 

"Karena anak korban (A) terus menangis, Tersangka HK dan anak MA memutuskan membawa anak korban (A) agar tidak dicurigai dan memancing warga sekitar," kata Hengki dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (17/2/2023). 

Anak korban kata Hengki, rencananya akan dibawa ke Yogyakarta untuk dititipkan di kediaman saudara tersangka.

Halaman
12