TRIBUNNEWSMAKER.COM - Malu hamil di luar nikah, seorang remaja di Jepara, Jawa Tengah nekat menghabisi nyawa bayinya sendiri.
Remaja itu diketahui tega membunuh dan membuang bayi yang baru dilahirkannya ke sungai.
Wanita muda berinisial SN itu mengaku depresi lantaran hubungan dengan kekasihnya membuat dirinya hamil di luar nikah.
Baca juga: Detik-detik Siswa SD Hilang Terseret Arus di Sungai Oya Gunungkidul, Terpeleset & Masuk ke Dalam Air
Kronologi
Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho mengatakan, SN yang sedang hamil 8 bulan ini tiba-tiba ia mengalami kontraksi, pada Minggu (24/3/2024) sekitar pukul 08.00 WIB.
Dia mengalami pecah ketuban hingga akhirnya melahirkan di kamar rumahnya.
"Karena menangis terus, bayi lalu dibekap dengan telapak tangan kanan hingga meninggal." terang Wahyu.
"Tersangka lantas memotong tali pusar dengan pisau dapur dan membuang bayinya di sungai di belakang rumahnya," lanjutnya.
Kasus ini pun terungkap tak kurang dari 24 jam usai jasad korban ditemukan di sungai tidak jauh dari permukiman tersangka di Desa Lor, Senin (25/3/2024) pagi.
Baca juga: Update Korban KM Yuiee Jaya 2 yang Tenggelam di Perairan Selayar, 4 Orang Meninggal, 19 Masih Hilang
Jasad bayi perempuan itu ditemukan mengambang tersangkut akar pohon dan membuat geger warga sekitar.
Satreskrim Polres Jepara menerima laporan temuan jasad bayi bersama Biddokkes Polda Jateng melakukan otopsi, ditemukan unsur penganiayaan pada fisik korban.
"Hasil penyelidikan kemudian mengerucut ke tersangka. Motif pembunuhan, malu, cemas, takut ketahuan tetangganya, hamil dari hasil hubungan gelap tersangka dengan pacarnya," kata Wahyu saat jumpa pers di Mapolres Jepara, Rabu (27/3/2024).
Mengaku depresi
Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Ahmad Masdar Tohari menyampaikan, tersangka lulusan SMA yang hamil di luar nikah ini mengaku depresi lantaran hubungan dengan kekasihnya yang kebablasan itu tak dikehendaki orangtuanya.
"Rencananya habis lebaran tersangka mau nikah dengan pacarnya. Pembunuhan itu spontan dan saat itu ibunya yang menonton TV di ruang depan tidak mengetahui," kata Tohari.