Pilkada 2024

Terjawab! Alasan Riza Patria Mundur di Pilkada Tangsel 2024, Tak Cocok Dipasangkan dengan Marshel?

Editor: Eri Ariyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politikus senior Gerindra Ahmad Riza Patria

"Selain itu isu Marshel figur usulan dari bawah ini sudah santer di masyarakat. Publik melihat Marshel adalah sosok 'titipan' elit yang coba dipaksakan ke grass root (akar rumput). Ini keputusan top down (atas ke bawah). Bukan usulan dari bawah ke atas (bottom up)," tambahnya.

Ia mengatakan, butuh ekstra-kerja keras yang luar biasa untuk mendongkrak elektabilitas Ariza-Marshel jika ingin menang.

"Responden yang memilih keduanya masih di bawah 10 persen. Sedangkan waktu hanya 3 bulan. Butuh ekstra-esktra kerja keras untuk mengerek elektabilitas keduanya," sebutnya.

Kemudian, kesimpulan ke-3, dan ini sangat menarik adalah sosok Bunda Lista. Figur dan tokoh perempuan Tangsel ini menjadi magnet sekaligus vote getter untuk calon yang dipasangkan dengannya.

"Hasil simulasi paslon menunjukkan, responden banyak yang memilih Bunda Lista. Siapa pun yang dipasangkan dengan Bunda Lista, elektabilitasnya selalu tinggi. Ariza-Lista maupun Lista-Ariza mempunyai elektabilitas tinggi dan mampu mengungguli paslon petahana Ben-Pilar. Tampak, di sini, Bunda Lista jadi vote getter yang dapat mendongkrak elektabilitas yang berpasangan dengan dirinya," tukas dia.

Sementara, paslon petahana Ben-Pilar sudah cukup lama bersosialisasi. Benyamin Davnie sudah dua periode (10 tahun menjadi wakil wali kota Tangsel mendampingi Wali Kota Airin) plus sekarang 3,5 tahun menjadi wali kota.

"Pun Pilar satu periode jadi wakil wali kota. Tentu ini akan jadi PR petahana. Dan, harus bisa kerja keras lagi untuk bertahan memenangkan Pilkada Tangsel 2024," katanya.

Dalam hal ini, PERWATAS masih akan menggelar survei tahap IV berupa simulasi paslon wali kota pada Pilkada Tangsel 2024. "Rencananya, survei tahap IV ini akan digelar mulai 15 Agustus 2024 sampai 21 Agustus 2024," kata dia.

(TribunNewsmaker.com/TribunJakarta.com)