Peran Rahmat dalam Rangkaian Kejahatan
Rahmat bukan sekadar pelaku biasa. Ia diduga memiliki peran penting dalam jaringan penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta.
Dari informasi yang dihimpun, Rahmat-lah yang menyiapkan tim untuk membuntuti korban.
Selama berhari-hari, tim bayangan itu mengikuti setiap langkah Ilham.
Baca juga: Pekerjaan Istri Dwi Hartono, Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Mau Jadi Model Dagangan Sendiri
Lebih jauh lagi, Rahmat juga dipercaya menyiapkan tim IT, meski detail operasinya masih misterius.
Namanya kini tercatat sebagai salah satu dari 15 orang yang sudah diamankan terkait kasus ini.
Kisah tragis bermula pada 20 Agustus 2025, saat Ilham diculik di area parkir sebuah supermarket di Jakarta Timur. Sehari berselang, 21 Agustus pagi, tubuhnya ditemukan tergeletak di lahan kosong Cikarang, Bekasi.
Kondisinya mengenaskan: mata, tangan, dan kaki terikat lakban, tubuh penuh luka lebam—bekas siksaan yang tak terperi.
Polisi bergerak cepat. Empat pelaku penculikan lebih dulu diciduk, berinisial RW, AT, RS, dan RAH. Lalu menyusul empat aktor intelektual: C alias Ken, DH alias Dwi Hartono, YJ, dan AA.
“Setidaknya kami update ada 15 orang yang diamankan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangan resminya.
Namun polisi belum berhenti. Rangkaian misteri di balik kematian Ilham masih terus diurai, sementara bayang-bayang dalang besar kasus ini seolah belum sepenuhnya tersingkap.
Tribun Newsmaker | Tribun Bogor | Naufal Fauzi