TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dwi Hartono, sosok pengusaha yang nyaris melenggang jadi calon bupati Kabupaten Tebo, menyimpan rahasia besar di balik bisnisnya yang menjalar seperti gurita.
Dari bimbingan belajar online hingga properti dan skincare, ladang uangnya tersebar luas lebih dari sekadar cerita kesuksesan biasa.
Namun siapa sangka, di balik gemerlap itu, namanya kini terjerat dalam kasus penculikan dan pembunuhan yang mengguncang publik.
Baca juga: Dalang Penculikan Kacab Bank BUMN di Bekasi Terbongkar, Ternyata Sosok Ini Jadi Otak Pembunuhan
Inilah kisah ambisi, bisnis, dan bayang-bayang gelap yang belum pernah terungkap sebelumnya.
Pengusaha Dwi Hartono ternyata sempat digadang-gadang sebagai sebagai calon Bupati Tebo.
Nama Dwi Hartono menjadi sorotan setelah menjadi salah satu otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta (37).
Ia dikenal sebagai pengusaha asal Rimbo Bujang Tebo. Semasa kecil, Dwi Hartono tinggal Jalan Sapat, RT 22, Dusun Jati Makmur, Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.
Sejumlah warga Tebo pun mengungkapkan kesaksiannya mengenai sosok Dwi Hartono.
Mereka terkejut Dwi Hartono yang sempat mau maju sebagai calon bupati malah terjerat kasus pidana.
Satu diantara warga Tebo, Hafizan Romi mengungkapkan kekecewaannya perihal kasus yang menjerat Dwi Hartono.
"Kemarin sempat jadi figur di Kabupaten Tebo, populer di Tebo, bahkan sempat digandang-gandang jadi calon bupati Tebo," ujarnya.
Apalagi, Dwi Hartono ini kan sukses dibidang bisnis, sering menjadi pembicara seminar menyemati anak-anak muda ini malah terlibat.
"Tidak menyangka sama sekali, apalagi dia dikabarkan beli heli, ini kan bisa jadi inspirasi sebenar nya, tapi malah terlibat, kami kecewa, " ujarnya Rabu (27/8/2028).
Hal senada disampaikan warga sekaligus aktivis Tebo, Jay Saragih.
"Ya, dulu dia mau maju bupati, tapi dia diminta jadi nomor dua (wakil bupati), jadi batal, karena dari awal dia mau nomor satu (bupati)," kata Jay Saragih dikutip dari Kompas.com, Selasa (26/8/2025).