Ia juga pernah maju sebagai Capres Partai Buruh 2024 meski partainya gagal lolos ke parlemen.
Latar belakangnya dulu adalah aktivis mahasiswa dan buruh di sektor industri elektronik.
Dalam kehidupan pribadinya, Said telah menikah dengan Ika Liviana Gumay.
Namun, sang istri menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (17/7/2019) saat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Premiere Jatinegara.
Said Iqbal telah memperjuangkan hak-hak pekerja sejak era 90-an.
Ia pertama kali turun sebagai aktivis buruh di Serikat Pekerja tempatnya bekerja di perusahaan elektronik di Kabupaten Bekasi pada tahun 1992.
Setelah reformasi dan pemerintah memberikan kebebasan untuk mendirikan serikat pekerja tanpa kewajiban berafiliasi dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Said Iqbal bersama sejumlah tokoh buruh membentuk Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Said Iqbal tercatat telah menjabat sebagai Presiden KSPI sejak tahun 2012.
Pada 2021, Said Iqbal terpilih sebagai Presiden Partai Buruh, setelah partai tersebut dihidupkan kembali melalui Kongres IV Partai Buruh yang digelar di Jakarta.
Ayah dari Syarifah Soraya itu terpilih secara aklamasi karena tidak ada calon lain.
Said Iqbal diketahui telah memimpin berbagai aksi buruh, termasuk demonstrasi menuntut upah layak dan jaminan sosial, penolakan terhadap UU Cipta Kerja (Omnibus Law), serta perjuangan untuk perlindungan pekerja informal dan outsourcing.
Selain itu, Said Iqbal juga pernah menjadi anggota tim perumus Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Pengaduan Perburuhan.
Pada 2013, Said Iqbal menerima penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, FNV.
Penghargaan ini diberikan bagi para aktivis buruh yang berjuang demi menegakkan hak-hak buruh di negara masing-masing.
Baca juga: DPR Enggan Temui Massa Demo 25 Agustus, Cucun Ahmad Anggap Aksi Tak Terorganisir dengan Jelas
Fakta Sosok Said Iqbal