Ikut Demo, Said Iqbal Sindir DPR Joget-joget hingga Gaji Fantastis: Upah Buruh Naik Rp200 Ribu Susah

Editor: ninda iswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DEMO KANTOR DPR - Sosok Said Iqbal dikenal luas sebagai “Panglima Buruh Indonesia” tak pernah gentar menyuarakan keadilan bagi kaum pekerja. Sindir soal upah buruh dan gaji DPR dalam unjuk rasa di kantor DPR, Kamis (28/8/2025).

Ia dikenal sering menyelenggarakan kegiatan besar setiap 1 Mei (Hari Buruh Internasional) dan jadi “komandan lapangan”.

Ia dikenal berapi-api saat orasi di GBK, DPR, atau Istana dan aksinya sering memobilisasi puluhan ribu buruh, bikin lalu lintas Jakarta lumpuh.

Said Iqbal jadi tokoh paling vokal melawan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pada 8 Juli 2024, di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Said Iqbal dengan tegas menyatakan bahwa UU Cipta Kerja layak dibuang ke tempat sampah.

Ia menyoroti fakta bahwa UU tersebut, yang awalnya dimaksudkan untuk menyerap tenaga kerja, justru mendorong pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, khususnya di sektor tekstil dan logistik.

Ia juga mengkritik penurunan jumlah pesangon secara drastis—sebagai bukti UU tersebut justru merugikan pekerja.

“Tidak ada tuh Undang-Undang Cipta Kerja yang katanya menyerap tenaga kerja. Yang ada justru perusahaan sekarang kesempatan PHK pekerja,” tegas Iqbal dikutip dari laman KSPI.

Salah satu poin krusial yang disoroti oleh Iqbal adalah perubahan ketentuan pesangon dalam UU Cipta Kerja.

Berdasarkan UU tersebut, pesangon yang diterima pekerja hanya sebesar 0,5 persen dari pendapatan, jauh lebih kecil dibandingkan ketentuan sebelumnya yang memberikan pesangon sebesar dua kali pendapatan. Hal ini menurut Iqbal membuat perusahaan lebih mudah mem-PHK pekerjanya.

“Makanya PHK itu gampang. Undang-Undang Cipta kerja buang saja di tempat sampah,” tambahnya.

Kemudian di tahun 2021 Said Iqbal menghidupkan kembali Partai Buruh.

Sempat bikin geger karena pertama kali ada partai yang benar-benar mengatasnamakan buruh. Tapi Partai Buruh gagal menembus ambang batas parlemen di Pemilu 2024.

(TribunNewsmaker/Kompas)