Kacab Bank Tewas

Daftar Pelaku Kasus Kacab Bank BUMN, Aksi Tersusun Rapi Ada Pengintai, Penculik, dan Otak Pembunuhan

Editor: galuh palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KACAB BANK DIBUNUH - Capture YouTube Wartakota menampilkan pelaku pembunuhan Kacab Bank BUMN. Polisi ungkap para pelaku pembunuhan Kacab Bank BUMN terdiri dari 4 kluster

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berikut daftar lengkap pelaku kasus pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN Ilham Pradipta.

Sejauh ini, pihak berwajib telah menangkap 15 orang.

Aksi pembunuhan terhadap Ilham Pradipta ternyata tersusun rapi melibatkan pengintai, penculik, dan otak pembunuhan.

Diungkap Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Krimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, ada empat klaster dalam kasus tewasnya Ilham Pradipta.

"(Ada) aktor intelektual, klaster yang membuntuti, klaster yang menculik, klaster penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dan membuang korban,” kata AKBP Abdul Rahim dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, Kamis (28/8/2025).

Sosok penculik

Baca juga: Kesaksian Tetangga Dwi Hartono, Aktor Intelektual Pembunuhan Kacab Bank BUMN Jarang Keluar Rumah

PENCULIK KEPALA CABANG BANK BUMN - Tampang empat pelaku penculikan Kacab Bank BUMN berinisial MIP. Korban diculik di Pasar Rebo, Jakarta Timur dan jasadnya ditemukan di Bekasi. (Via Tribun Jakarta)

Klaster pertama yang pelakunya telah mengakui perbuatannya adalah penculik.

Penyidik Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat pelaku penculikan terhadap Ilham Pradipta.

Tiga penculik yakni AT, RS, dan RAH ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat.

Sedangkan satu penculik lainnya yakni RW alias Eras ditangkap di bandara NTT saat hendak kabur.

Keempat pelaku mengakui perbuatan mereka yakni menculik Ilham Pradipta di parkiran supermarket pada Rabu (20/8/2025).

Salah satu pengacara penculik yakni Eras, Adrianus Agau mengurai pengakuan kliennya.

Kata Adrianus, Eras dan para penculik lainnya nekat menjemput paksa korban karena diperintahkan bos besar.

Sosok bos besar itu kata Adrianus adalah berinisial F yang diduga adalah oknum anggota TNI.

Selama melakukan aksi penculikan, Eras mengaku diperintah F dari jarak jauh.

Halaman
1234