Massa masuk ke dalam gedung sekira 20 meter dan mereka meledek aparat kepolisian yang bertahan dengan tameng.
Massa aksi juga menawari aparat kepolisian sebatang rokok tapi pihak kepolisian tetap berlindung dibalik tamengnya.
"Bang rokok bang asli ini rokok," kata salah satu mahasiswa demo, Jumat.
Bahkan, mahasiswa menghembuskan asap rokok ke arah sela-sela tameng dari pihak kepolisian sembari tertawa.
Massa aksi dari mahasiswa ini membawa sejumlah bendera dari kampus Universitas Indonesia.
Sesekali, para mahasiswa mencoba memprovolasi dengan melempar botol air mineral ke arah pihak kepolisian.
Pihak kepolsiian sendiri masih bertahan dibalik tamengnya.
Beberapa aparat kepolisian dibelakang terkena lemparan botol mineral.
Di Hadapan Kapolda Metro Jaya Mahasiswa Tuntut Kapolri Mundur
Di hadapan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, ribuan mahasiswa menuntut agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera mundur dari jabatannya.
Tuntutan itu imbas tewasnya pengemudi ojek online (Ojol) Affan Kurniawan yang tewas akibat tertabrak dan terlindas rantis Brimob pada Kamis (28/8/2025).
Imbas tewasnya Affan dalam unjuk rasa di Tanah Abang, Jakarta Pusat, ribuan mahasiswa menyerbu markas Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (29/8/2025) seperti dimuat Tribunnews.com.
Ribuan mahasiswa itu memenuhi Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sudirman yang menjadi gerbang Polda Metro Jaya.
Mereka pun diizinkan masuk ke dalam gerbang Polda Metro Jaya.
Meski di awal cukup alot saat meminta bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, akhirnya pengunjuk rasa diizinkan bertemu dengan Edi.
Edi Suheri pun keluar ruangannya menemui pengunjuk rasa. Edi pun sempat berbicara menggunakan pengeras suara.
Edi menjelaskan bahwa pihaknya sudah bertemu dengan keluarga korban dan meminta maaf atas peristiwa tersebut.
Di tengah Edi berbicara, mahasiswa pun menyela.
“Bukan itu Pak yang kami ingin dengar,” teriak para massa.
Secara bersama-sama, massa pun berteriak bahwa mereka menuntut Kapolri untuk mundur.
“Kapolri mundur, Kapolri mundur,” ucap massa serempak.
Edi pun kemudian hanya terdiam mendengar orasi tersebut. Tidak berselang lama Edi masuk ke dalam ruangannya diikuti massa.