Breaking News:

Iran vs AS

Sudah Terlanjur Diserang Bertubi-tubi AS, Iran Ternyata Tak Terbukti Kembangkan Bom Nuklir

Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, angkat bicara terkait isu program nuklir Iran yang kembali menjadi sorotan dunia.

Editor: Candra Isriadhi

Serangan ini disebut dipicu oleh negosiasi mengenai program nuklir yang gagal menghasilkan kesepakatan.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi sehari sebelum konflik dimulai menuturkan, Iran pada prinsipnya telah setuju untuk tidak menyimpan uranium yang diperkaya sebagai bagian dari diskusi diplomatik yang sedang berlangsung. 

Menurutnya, proposal tersebut mencakup penyerahan material yang diperkaya dan memastikan bahwa tidak ada bahan bakar nuklir yang akan ditimbun, dengan mekanisme verifikasi yang diterapkan.

PERANG IRAN AS - Kepulan asab akibat serangan Iran di negara-negara tetangga saat terjadi perang melawan Amerika Serikat.
PERANG IRAN AS - Kepulan asab akibat serangan Iran di negara-negara tetangga saat terjadi perang melawan Amerika Serikat. (X.COM/@AryJeay)

Namun, Presiden AS Donald Trump bersikeras bahwa Iran seharusnya tidak memperkaya uranium sama sekali, termasuk pada tingkat di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk pembuatan senjata nuklir.

Ini mengulangi tuntutan lama Washington agar Teheran menghentikan sepenuhnya kegiatan pengayaan uranium.

Washington juga berupaya untuk memasukkan pembahasan mengenai program rudal balistik Iran serta dukungan negara tersebut terhadap kelompok militan di kawasan Timur Tengah ke dalam meja perundingan.

Langkah AS ini disebut didorong oleh tekanan dari Israel agar isu-isu tersebut menjadi bagian dari kesepakatan. 

Namun, Teheran secara konsisten menolak untuk memperluas cakupan negosiasi di luar persoalan nuklir.

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Tags:
perang israel iranperang as iranIranAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved