Breaking News:

Iran vs AS

Ketegangan Iran vs AS Kembali Meledak! 2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz

Dua kapal tanker milik Pertamina dilaporkan masih tertahan di Selat Hormuz, imbas kembali memanasnya konflik AS dan Iran.

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali memicu penutupan Selat Hormuz.
  • Dua kapal tanker Pertamina masih tertahan akibat pembatasan ketat dan situasi yang tidak pasti.
  • Upaya diplomasi terus dilakukan di tengah ancaman konflik dan gangguan distribusi minyak global.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas, memicu situasi genting di kawasan strategis Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia.

Dampaknya langsung terasa bagi Indonesia, setelah dua kapal tanker milik Pertamina kembali tertahan dan belum bisa melintas keluar dari perairan tersebut.

Kondisi di Selat Hormuz disebut masih sangat sensitif, bahkan disamakan dengan situasi masa perang, sehingga setiap kapal wajib melalui prosedur keamanan ketat dari otoritas Iran.

Penutupan dan pembatasan akses di jalur ini dipicu konflik geopolitik yang belum mereda, meski sempat muncul wacana gencatan senjata antara kedua negara.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Pertamina terus melakukan koordinasi intensif demi memastikan keselamatan kapal serta awaknya.

Hingga kini, kedua kapal masih berada di kawasan Teluk Persia dan belum mendapatkan izin penuh untuk melintasi Selat Hormuz.

Situasi ini menambah kekhawatiran akan terganggunya distribusi energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia.

Di tengah ketidakpastian ini, upaya diplomasi terus digencarkan agar kapal Indonesia bisa segera melanjutkan perjalanan dengan aman.

Baca juga: Donald Trump Ngamuk Berjam-jam ke Jenderal Usai Pilot AS Jatuh, Ujungnya Melunak Bahas Nuklir Iran

Dua kapal tanker milik Pertamina dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Persia akibat pembatasan terbaru di Selat Hormuz.

PT Pertamina (Persero) memastikan dua kapal tanker mereka, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih belum dapat melanjutkan pelayaran akibat pembatasan di Selat Hormuz.

Pelaksana Tugas Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi yang disebutnya “sangat dinamis” di kawasan tersebut.

“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk kementerian dan lembaga lainnya, sambil menyiapkan rencana untuk memastikan perjalanan yang aman,” ujarnya, seperti dikutip Antara, Minggu (19/2/2026).

Ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen membawa kembali muatan kapal dengan tetap mengutamakan keselamatan kapal dan awaknya.

“Kami berharap situasi di jalur perairan ini segera membaik dan kondusif agar Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melanjutkan pelayaran dengan aman,” tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyebut pemerintah Iran telah merespons positif permintaan agar kapal-kapal tersebut dapat melintas dengan aman.

Halaman 1/2
Tags:
IranAmerika SerikatSelat Hormuz
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved