Iran vs AS
Presiden AS Donald Trump Ultimatum Iran: Duduk di Meja Perundingan atau Hadapi Akibatnya
Trump ultimatum Iran: duduk di meja perundingan atau hadapi konsekuensi serius dari AS.
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- Donald Trump mengeluarkan ultimatum agar Iran segera bersedia berunding terkait isu nuklir, dengan ancaman konsekuensi berat jika menolak.
- AS menegaskan tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir dan menyebut negosiasi sebagai langkah yang wajib dilakukan.
- Iran menolak negosiasi di bawah tekanan, sehingga ketegangan dengan AS masih tinggi dan belum ada titik temu.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia setelah mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran terkait eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Teheran harus segera bersedia duduk di meja perundingan untuk membahas berbagai isu strategis, terutama terkait program nuklir yang selama ini menjadi sumber konflik utama.
Jika Iran menolak ajakan tersebut, Washington dikabarkan siap mengambil langkah yang lebih tegas dengan konsekuensi yang tidak ringan bagi stabilitas kawasan.
Pernyataan ini kembali memicu kekhawatiran global karena hubungan kedua negara selama ini dikenal sangat tegang dan penuh saling ancam.
Sejumlah analis menilai, ultimatum ini bukan sekadar tekanan diplomatik, tetapi juga sinyal meningkatnya potensi konfrontasi terbuka.
Di tengah situasi tersebut, dunia internasional kini menanti respons resmi dari pemerintah Iran terhadap peringatan keras yang dilontarkan Gedung Putih.
Ketegangan yang terus meningkat ini dikhawatirkan dapat berdampak luas terhadap keamanan global dan pasar energi dunia.
Sementara itu, upaya diplomasi masih menjadi harapan utama untuk meredakan konflik sebelum situasi semakin tidak terkendali.
Baca juga: Alasan Pasukan AS Sita Kapal Kargo Milik Iran, Disebut Punya Koneksi Kuat dengan China!
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait peluang negosiasi dengan Iran di tengah ketegangan yang belum mereda.
Trump menyatakan yakin Iran pada akhirnya akan bersedia berunding. Namun, ia memperingatkan bahwa jika Teheran menolak, maka konsekuensi yang dihadapi akan sangat berat.
“Mereka akan bernegosiasi. Jika tidak, mereka akan melihat masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya,” ujar Trump dalam wawancara via telepon dengan program radio konservatif The John Fredericks Show.
Ia menambahkan, kesepakatan yang diharapkan adalah perjanjian yang adil, tetapi dengan satu syarat utama, yakni Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Tidak ada akses, tidak ada peluang untuk itu. Kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi karena bisa menjadi kehancuran dunia,” kata Trump, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Selasa (21/4/2026).
Trump juga menegaskan langkah yang diambil AS terhadap Iran merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari.
“Kami tidak punya pilihan dalam hal Iran. Ini bukan soal pilihan, kami harus melakukannya,” ujarnya.
Iran sudah tegaskan tolak tekanan
| Presiden AS Donald Trump Ultimatum Iran: Duduk di Meja Perundingan atau Hadapi Akibatnya |
|
|---|
| Bocoran Perjanjian Baru AS-Iran, Trump Klaim Lebih Baik dari Sebelumnya: Kami Akan Menyelesaikannya |
|
|---|
| Ketegangan Iran vs AS Kembali Meledak! 2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz |
|
|---|
| Donald Trump Ngamuk Berjam-jam ke Jenderal Usai Pilot AS Jatuh, Ujungnya Melunak Bahas Nuklir Iran |
|
|---|
| Alasan Pasukan AS Sita Kapal Kargo Milik Iran, Disebut Punya Koneksi Kuat dengan China! |
|
|---|