Berita Viral
Usai Kompak Balas Roastingan Pandji, Tompi Langsung Temui Gibran, Ngaku Bahas Keberlanjutan Program
Kompak balas roastingan Pandji, Tompi langsung temui Gibran. Bukan soal polemik, tapi bahas program berkelanjutan.
Editor: Eri Ariyanto
“Kalau masyarakat di sana masih kesulitan buat masak dan lain-lain kan kasihan, supaya bisa fokus ibadahnya,” ujarnya.
Tak hanya soal kebutuhan pangan, para seniman juga menyoroti pentingnya penanganan masalah kesehatan yang masih dialami korban bencana.
Tompi menyebut, ia bersama rekan-rekannya berencana turun langsung ke lokasi untuk membentuk tim medis yang terdiri dari berbagai dokter spesialis.
“Kami pengin ke sana juga, ini lagi ngatur waktu. Nanti mau digilir beberapa ke sana mulai dari bikin tim medis,” kata Tompi.
Ia menambahkan, tim tersebut direncanakan melibatkan dokter kulit, dokter bedah plastik, dokter bedah tulang, hingga dokter bedah umum untuk menangani kasus-kasus medis yang belum tertangani secara optimal.
Perhatian juga diarahkan pada pemulihan psikologis, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Tompi mengatakan, para seniman dan pelaku industri kreatif berinisiatif membentuk tim khusus untuk mendukung proses pemulihan mental anak melalui berbagai pendekatan kreatif.
“Kita lagi pengin dari teman-teman seniman, musisi, dari film, mungkin dari pendongeng dan lain-lain, yang punya atensi terhadap anak-anak, bikin tim untuk ke sana buat mental healing mereka,” ujarnya.
Program ini, lanjut Tompi, kemungkinan akan melibatkan psikolog agar pendampingan berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
Menurut Tompi, seluruh program yang dibahas dirancang tidak sekadar bersifat insidental. “Pengennya berkelanjutan, bukan cuma sekali jalan,” katanya.
Terkait berbagai inisiatif tersebut, Wapres Gibran disebut membuka ruang dukungan dari pemerintah agar program-program kemanusiaan yang diusulkan para seniman dan pelaku industri kreatif dapat berjalan efektif.
Harapannya, masyarakat di wilayah terdampak bencana di Sumatera dapat segera pulih, bangkit, dan kembali mandiri.
Pandji Pragiwaksono singgung kondisi mata Gibran Rakabuming Raka
Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Tompi angkat suara menanggapi materi stand-up Pandji Pragiwaksono yang menyinggung kondisi mata Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka, menekankan bahwa ptosis adalah masalah medis, bukan bahan lelucon.
Tompi menjelaskan bahwa ptosis dapat memengaruhi fungsi penglihatan dan psikologis penderitanya, sehingga tidak pantas dijadikan guyonan.
Pernyataan Tompi memicu diskusi publik tentang batas humor, etika mengangkat kondisi kesehatan seseorang dalam materi komedi, dan pentingnya edukasi medis.
Baca juga: Nasib Kades Wahyu Usai Keluarganya Polisikan Muhlisin yang Kritik Jalan Rusak, Ditegur & Diaudit
| Kecil-kecil Cabe Rawit! Sosok Zeline Putri Asal Pekalongan Lolos Finalis Putri Kebaya Indonesia 2026 |
|
|---|
| Pilu Curhat Ortu Korban Little Aresha Daycare Jogja, Anak Divonis Pneumonia, Trauma: Merasa Salah |
|
|---|
| Memanas, Iran Minta Blokade Selat Hormuz Dicabut, Trump Batalkan Utusan AS ke Pakistan: Telepon Kami |
|
|---|
| Sosok Rafid Pemilik Daycare Little Aresha, Tega Aniaya Anak-anak hingga Luka & Trauma, Lulusan UGM |
|
|---|
| Didemo Massa, Rudy Masud Janji Hidup Sederhana, Batal Beli Kursi Pijat Pakai Uang Rakyat: Saya Sadar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Tompi-kritik-tajam-materi-Pandji-Pragiwaksono-soal-mata-Gibran.jpg)