Breaking News:

Insiden Pesawat ATR di Maros

Jasad Utuh, Esther Pramugari Pesawat ATR Ditemukan di Pinggir Air Terjun, Badan Ditahan Semak-semak

Jasad utuh, Esther Pramugari pesawat ATR ditemukan di pinggir air terjun, badan ditahan semak-semak.

Tayang:
Tribun Timur
PESAWAT JATUH - Pramugari Esther Aprilita Sianipar. Esther merupakan korban pesawat pesawat ATR 42-500 yang diduga jatuh di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). 

Jenazah korban ditemukan di lokasi yang berada sekitar 200 hingga 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

Penemuan dilakukan secara bertahap di titik-titik berdekatan dengan kondisi medan yang terjal, berbatu, dan sulit dijangkau, sehingga proses evakuasi memerlukan kehati-hatian tinggi.

Pada hari keenam pencarian, sebanyak 1.078 personel gabungan diterjunkan. Operasi dimulai sejak pukul 07.00 WITA.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif, mengatakan dari sembilan korban tersebut, enam di antaranya ditemukan dan akan dievakuasi pada Kamis (22/1/2026) dalam kondisi tidak utuh.

“Total yang kita dapat sekarang sembilan korban. Hari ini enam yang berhasil dievakuasi,” katanya saat ditemui di Baseops Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1/2026), dikutip Tribun-timur.com

Ia menjelaskan, penemuan korban dilakukan secara bertahap sejak hari pertama Operasi SAR.

Pada Minggu (18/1/2026) dan Senin (19/1/2026), masing-masing satu korban ditemukan dalam kondisi utuh. 

Keduanya telah diidentifikasi sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Dedeh Maulana dan Pramugari Florencia Lolita Wibisono.

Satu body part atau bagian tubuh telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI), Rabu (21/1/2026) malam.

Enam korban lainnya ditemukan pada hari keenam pencarian.

“Enam korban yang ditemukan hari ini kondisinya tidak utuh. Ada setengah badan, ada kepala, dan bagian tubuh lainnya. Untuk visualisasi dan identifikasi, nanti akan ditentukan oleh tim DVI,” jelasnya.

Ia menegaskan, Operasi SAR akan ditutup setelah satu korban terakhir berhasil ditemukan.

“Kalau kita dapat satu lagi, Operasi SAR ditutup karena korban sudah lengkap, total sepuluh orang,” tegasnya.

Meski demikian, ia menyebut Operasi SAR masih memiliki batas waktu sesuai ketentuan dan dapat diperpanjang bila diperlukan.

“Perpanjangan tergantung keputusan Kabasarnas,” katanya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 3/4
Tags:
Esther AprilitaPesawat ATR 42-500pramugari
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved