Breaking News:

Insiden Pesawat ATR di Maros

Jasad Utuh, Esther Pramugari Pesawat ATR Ditemukan di Pinggir Air Terjun, Badan Ditahan Semak-semak

Jasad utuh, Esther Pramugari pesawat ATR ditemukan di pinggir air terjun, badan ditahan semak-semak.

Tayang:
Tribun Timur
PESAWAT JATUH - Pramugari Esther Aprilita Sianipar. Esther merupakan korban pesawat pesawat ATR 42-500 yang diduga jatuh di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). 

Terkait puing-puing pesawat, Muh Arif menyampaikan bahwa serpihan badan pesawat ditemukan berserakan di sekitar lokasi penemuan korban.

“Puing-puing berada di sekitar korban. Yang paling jauh sekitar 49 meter, sementara lainnya berjarak 20 hingga 30 meter,” ungkapnya.

Sementara itu, analisis teknis mengenai penyebab kecelakaan serta pola sebaran puing pesawat menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Itu ranah KNKT, bukan kami,” tutupnya.

Black Box Ditemukan

Tim SAR gabungan berhasil black box dan voice cockpit recorder (VCR) pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung Rabu (21/1/2026).

Kotak hitam tersebut ditemukan dalam kondisi masih utuh dan tidak terlepas dari ekor pesawat, meski berada di medan jurang dengan kedalaman sekitar 150 meter dari puncak gunung.

Ada dua item berhasil diamankan oleh Tim SAR, yakni Black box dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

Keduanya menempel pada bagian ekor pesawat

Black box merupakan perangkat penting dalam dunia penerbangan yang berfungsi merekam data penerbangan dan percakapan di kokpit.

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, mengatakan tim berhasil mencapai lokasi ekor pesawat dan melakukan pengecekan langsung.

“Alhamdulillah pagi tadi tim sudah bisa ke lokasi dan mengecek secara langsung ekor pesawat tersebut dan di dalamnya masih ada dan posisinya (black box) tidak terlepas dari ekor pesawat,” katanya saat ditemui di posko utama SAR Gabungan di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Rabu (21/1/2026).

Adapun jarak lokasi temuan dari puncak gunung telah dipetakan oleh tim gabungan.

“Jaraknya dari puncak itu tadi kita sudah plot sekitar 150 meter,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, identifikasi awal dilakukan melalui dokumentasi visual yang diterima tim di lapangan.

Berdasarkan ciri-ciri fisik yang telah dipelajari bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), objek tersebut diyakini sebagai black box.

“Secara visual, video yang dikirimkan berada di lapangan yang kita duga adalah black box. Memang kita juga sudah diedukasi oleh teman-teman KNKT bentuk black box seperti ini dan nanti kita akan serahkan ke teman-teman KNKT,” jelasnya.

Kolonel Dody menambahkan, video yang diterima telah dikonfirmasi oleh tim, dan sementara ini dipastikan sebagai black box pesawat.

“Video yang dikirimkan ke kita sudah kita konfirmasi dan sementara kita duga itu adalah black box. Bentuknya (black box) utuh,” ujarnya.

Terkait strategi operasi, ia menyebutkan adanya perubahan metode pergerakan tim di lapangan demi efektivitas pencarian di medan ekstrem.

“Operasi kita awalnya naik kemudian turun, tapi kita ubah. Jadi kita bekalkan mereka logistik di ransel masing-masing dan itu dimanfaatkan sehingga kita bisa mencari sampai dua hari dan ini masuk hari ketiga dan bisa masuk ke titik ekor pesawat tersebut,” ungkapnya.

Untuk proses evakuasi dan pengiriman black box, pihaknya masih menunggu arahan pimpinan serta koordinasi lanjutan dengan Basarnas.

“Nanti (untuk dikirim) kita tunggu petunjuk dari pimpinan dulu, nanti juga dari Basarnas melaporkan untuk langkah berikutnya untuk barang yang diduga black box ini dikirim ke mana,” jelasnya. 

Pesawat ATR 42-500 PK-THT sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (17/1/2026) saat terbang di wilayah Maros. Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.

Dengan ditemukannya kotak hitam ini, Pangdam berharap fokus tim selanjutnya adalah menemukan korban lainnya yang masih dinyatakan hilang.

"Mudah-mudahan kita bisa mendapat kabar baik untuk korban selanjutnya, karena itu tujuan kita setelah black box ditemukan," tegasnya. 

Sesuai prosedur, black box dan CVR ini selanjutnya akan diserahkan kepada pihak KNKT untuk dilakukan pengunduhan data guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut.

(TribunNewsmaker.com/ TribunSumsel)

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 4/4
Tags:
Esther AprilitaPesawat ATR 42-500pramugari
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved