Breaking News:

Berita Viral

Daftar Tokoh yang Murka dengan Ucapan Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas: Mahfud MD Marah, Anhar Kecewa

Alumni LPDP Dwi Sasetyanigtyas Tuai Amarah Mahfud MD & Kekecewaan Anhar, Heboh Nasional!

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

Hal tersebut diungkapkan Khofifah saat berbicara di hadapan ratusan siswa dan guru se-Banyuwangi saat ia melakukan kunjungan kerja di SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara Banyuwangi yang merupakan sekolah di bawah binaan Polri. 


"Dia tega. Dia bilang cukup saya WNI, anakku jangan," kata Khofifah mengingatkan.

Khofifah mengingatkan bahwa pendanaan LPDP berasal dari negara yang asalnya juga dari rakyat, sehingga para penerima beasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, dan kembali mengabdi untuk kemajuan Indonesia. 

Dalam kesempatan yang sama, ia berpesan pada taruna dan taruni sekolah tersebut untuk bisa mencintai dengan memberi dedikasi terbaik bagi negara.

"Mereka adalah generasi emas 2045. Guru dan pengasuh harus siapkan mereka menjadi pemimpin emas yang akan mengisi etalase kepemimpinan," tuturnya. 

VIRAL PENERIMA LPDP - Tangkap layar video Dwi Sasetyaningtyas (kiri) yang menyebut tak ingin anaknya jadi WNI (kanan) Logo beasiswa LPDP.
VIRAL PENERIMA LPDP - Tangkap layar video Dwi Sasetyaningtyas (kiri) yang menyebut tak ingin anaknya jadi WNI (kanan) Logo beasiswa LPDP. (Instagram/@sasetyaningtyas)

Mahfud MD Marah, Tapi Mengerti

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengaku marah saat pertama kali mendengar pernyataan Dwi Sasetyaningtyas.

“Ketika saya mendengar itu, saya ikut marah sebagai warga negara Indonesia. Dia mencicipi nikmatnya Indonesia merdeka, bisa sekolah karena Indonesia, lalu melecehkan Indonesia di depan publik. Itu menyakitkan bagi kita,” ujar Mahfud dalam kanal YouTube resminya, Selasa malam (24/2/2026).

Ia menyebut sikap itu bertentangan dengan prinsip yang selama ini ia gaungkan: jangan pernah lelah mencintai Indonesia.

"Jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Kalau kecewa pada pemerintah, jangan negaranya yang diserang," tegas Mahfud.

“Ini tampaknya lelah mencintai Indonesia,” tegasnya.

Meski keras mengecam pernyataan tersebut, Mahfud menolak melihat persoalan secara hitam-putih. Ia menilai Dwi Tias tidak berbicara di ruang hampa.

Namun, Mahfud MD meminta pemerintah untuk tidak hanya reaktif memberikan sanksi, melainkan juga introspeksi diri.

Ia menilai apa yang diucapkan DS berangkat dari fakta-fakta lapangan yang mengecewakan, mulai dari pungli, pemerasan izin usaha, hingga hukum yang bisa dibeli.

"Saya marah pada Anda (DS), tapi saya paham kenapa Anda bicara begitu. Rakyat sedang putus asa. Mau cari kerja dipalak, mau eksekusi vonis harus bayar, perkara sudah inkracht diadili lagi. Ini yang membuat orang merasa 'kabur aja dulu'. Negara ini kaya, tapi rakyat tidak mampu menikmati hak hidupnya secara wajar," jelas Mahfud.

Ia menambahkan bahwa sikap DS sebenarnya mewakili suara publik dan masyarakat kecil yang tidak berani bicara karena takut diintimidasi.

Halaman 2/4
Tags:
Dwi SasetyaningtyasMahfud MDKhofifah Indar Parawansa
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved