Breaking News:

Berita Viral

Dedi Mulyadi Minta Perlintasan Kereta Api di Jabar Dipasang Pintu Digital, Tabrakan KRL Jadi Pemicu

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergerak cepat merespons tragedi kecelakaan maut yang terjadi di Kota Bekasi.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Instagram/@dedimulyadi71
SOSOK POLITIK - Dedi Mulyadi ucapkan terima kasih pada publik yang terus menerus mengkritiknya, singgung soal demokrasi yang masih jalan. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan pemasangan palang pintu kereta api digital di lokasi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.
  • Ia menyoroti bahwa penjagaan lintasan masih dilakukan secara manual oleh masyarakat, padahal menurutnya itu merupakan tanggung jawab aparat, bukan warga.
  • Setelah kecelakaan antara Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, Dedi langsung mencoba berkoordinasi dengan pihak Pemkot Bekasi dan Forkopimda untuk penanganan di lokasi.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergerak cepat merespons tragedi kecelakaan maut yang terjadi di Kota Bekasi.

Ia secara tegas memerintahkan pemasangan palang pintu kereta api digital di lokasi kejadian, menyusul tabrakan antara Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Peristiwa nahas tersebut diketahui menewaskan belasan orang dan menyisakan duka mendalam.

TOKOH POLITIK - Sidak di Subang, Dedi Mulyadi Tegur bupati muda sampai beri peringatan ini ke kepala daerah lainnya.
TOKOH POLITIK - Sidak di Subang, Dedi Mulyadi Tegur bupati muda sampai beri peringatan ini ke kepala daerah lainnya. (KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN)

Namun yang menjadi sorotan, penjagaan lintasan di lokasi kejadian ternyata masih dilakukan secara manual oleh warga sekitar.

Hal ini langsung mendapat perhatian serius dari Dedi Mulyadi.

Ia mengaku prihatin karena sistem pengamanan yang seharusnya menjadi tanggung jawab aparat, justru dibebankan kepada masyarakat.

Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Pengacara, Nadiem Dipaksa Hadiri Sidang Meski Sakit, Jaksa Tegas Membantah

"Nih masih ada pintu lintasan kereta api yang kemarin terjadi musibah masih dijagain sama orang," ujar Dedi.

Ia pun menegaskan bahwa siapa pun yang berjaga di lokasi tersebut bukanlah persoalan utama.

Menurutnya, yang terpenting adalah tanggung jawab tersebut tidak semestinya berada di tangan warga.

"Apakah itu ormas atau masyarakat di setempat, bagi saya itu tidak penting yang penting ini bukan kewajibannya mereka ini kewajibannya aparat," katanya, dikutip dari TikTok dan telah dikonfirmasi ulang oleh Kompas.com, Jumat (1/5/2026).

KECELAKAAN KERETA - Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026).
KECELAKAAN KERETA - Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026). (Dok./Tangkapan layar video akun X TMC Polda Metro Jaya)

Tak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi juga langsung berupaya berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi.

Ia mengaku telah mencoba menghubungi Wali Kota Bekasi, namun belum berhasil tersambung.

Meski demikian, langkah cepat tetap dilakukan. Dedi kemudian menghubungi salah satu unsur Forkopimda Kota Bekasi yang langsung merespons dan segera menuju lokasi kejadian.

Langkah ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan sistem keselamatan perlintasan kereta api di wilayah tersebut, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca juga: Setelah Puluhan Tahun, Palang Pintu Legendaris Mbah Ruwet Akhirnya Diresmikan

"Saya telepon salah satu Forkopimda kota Bekasi dan sudah online, dan beliau akan meluncur ke lokasi untuk mengambil langkah-langkah Itu langkah pertama," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
kecelakaan krlkecelakaanKRLDedi Mulyadi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved