Breaking News:

Berita Viral

Presiden Prabowo Larang Keras Potongan Mencekik Bagi Driver Ojol: 'Harus di Bawah 10 Persen'

Presiden RI Prabowo Subianto larang keras potongan yang mencekik bagi pengemudi online.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
OJOL TERLINDAS RANTIS - Ribuan driver ojek online (ojol) mengantar jenazah Affan Kurniawan (21) bin Zulkifli rekan sesama driver ojol yang meninggal terlindas kendaraan taktis (rantis0 Brimob ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menolak skema potongan 20 persen yang diterapkan perusahaan aplikator kepada pengemudi ojek online.
  • Pernyataan itu disampaikan dalam acara Hari Buruh Internasional di Monas.
  • Saat ditanya, para buruh langsung kompak menjawab “tidak”, menandakan penolakan kuat terhadap kebijakan potongan komisi tersebut.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Presiden RI Prabowo Subianto larang keras potongan yang mencekik bagi pengemudi online.

Isu ini kembali mencuat dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang digelar di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026).

Di hadapan ribuan buruh, Prabowo secara terbuka menyoroti skema potongan sebesar 20 persen yang selama ini dibebankan kepada para driver ojol.

HARI BURUH - Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara May Day atau Hari Buruh 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
HARI BURUH - Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara May Day atau Hari Buruh 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak adil mengingat besarnya risiko yang dihadapi para pengemudi setiap hari di jalanan.

Ia menekankan bahwa pekerjaan ojol bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan.

"Saudara-saudara, ojol. Ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya setiap hari, ojol aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol, setuju 20 persen," tanya Prabowo.

Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Pengacara, Nadiem Dipaksa Hadiri Sidang Meski Sakit, Jaksa Tegas Membantah

Pernyataan itu langsung disambut reaksi keras dari massa yang hadir. Tanpa komando, ribuan buruh serempak menjawab dengan teriakan lantang.

Momen tersebut menggambarkan kuatnya penolakan terhadap kebijakan potongan komisi yang dinilai memberatkan para pengemudi ojol.

Sikap tegas Presiden pun menjadi sorotan, sekaligus memberi sinyal bahwa pemerintah membuka peluang untuk mengevaluasi aturan yang ada demi melindungi para pekerja di sektor transportasi digital.

Langkah ini diharapkan menjadi awal perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada para driver ojol, sehingga kesejahteraan mereka bisa lebih terjamin di tengah tuntutan kerja yang tinggi.

KRISIS OJOL - Jadwal pemberian bonus hari raya mitra ojek online lebaran 2026.
KRISIS OJOL - Jadwal pemberian bonus hari raya mitra ojek online lebaran 2026. (Dok./SHUTTERSTOCK/CREATIVA IMAGES)

"Bagaimana 15 persen," tanya Prabowo.

"Tidak," jawab buruh.

"Berapa? 10 (persen)? kalian minta 10 pesen? iya?," tanya Prabowo lagi.

Namun, secara mengejutkan, Presiden justru memberikan pernyataan bahwa potongannya harus di bawah 10 persen.

"Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen," ujar Prabowo.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
Hari BuruhMaydayPresiden Prabowodriver ojol
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved