Breaking News:

Fakta Penjualan Daging Sapi Campuran Babi di Pasar Bengkok, Dibanderol Setengah Harga, Mengaku Impor

Jual daging sapi dioplos daging babi di Pasar Bengkok, pria ini dibekuk polisi. Jual murah hingga ngaku impor.

Editor: ninda iswara
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
ilustrasi Pedagang penjual daging 

"Pengecekan ke pasar-pasar awalnya pada Sabtu (16/5/2020), RT pada saat kita tangkap di jalan kita pergoki dia sedang memasarkan daging celeng dengan barang bukti 500 kilogram," terangnya.

KRONOLOGI LENGKAP Terbongkarnya Jualan Daging Sapi Ternyata Babi di Bandung, Sudah Setahun Operasi

Pada saat itu, RT sedang berada di bilangan Jalan Irigasi Sipon, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

RT dibekuk berdasarkan keterangan AD (41), pedagang yang membeli daging babi dari RT yang lebih dahulu diamankan petugas di Pasar Bengkok, Kota Tangerang.

Pada tanggal yang sama, polisi bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang mengadakan sidak ke pedangan daging sapi di Pasar Ciledug, Pasar Bengkok, dan Pasar Malabar.

4. Dijual dengan harga murah.

Bila harga daging sapi mencapai Rp 120 ribu perkilogram, tersangka AD (41) bisa menjual daging oplosannya senilai Rp 70 ribu perkilogram.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan, AD (41) sengaja menjual dengan harga murah supaya laku apa lagi di tengah daya jual masyarakat yang sedang rendah saat di tengah pandemi Covid-19.

"Perkilonya dipatok harga sekitar Rp 70 ribu, pelaku mengambil daging celeng dengan harga Rp 35 ribu dari suplier Palembang dapat untung separo dan penjualan dari daging sapi," jelas Sugeng.

Sehingga, kata Sugeng, AD ini bisa mendapatkan untuk dua kali lipat atau mengantongi hingga Rp 50 ribu perkilogramnya.

5. Mengaku daging impor untuk meyakinkan konsumen.

Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Burhanuddin mengatakan kalau pelaku bisa menjual daging oplosan hingga 50 kilogram selam dua hari di Pasar Bengkok.

Bahkan, untuk mengelabui konsumennya, AD mengaku kalau daging yang dijualnya adalah daging impor.

"Daging babi yang dijual pelaku AD dijual dengan istilah daging impor dan dijual dengan
harga yang lebih murah," kata Burhanuddin.

Di kesempatan yang sama, AD pun mengamini kalau ia menjual daging oplosan itu dengan nama daging impor.

Sama seperti Burhanuddin, alasan AD mengaku menjual daging impor agar konsumen percaya kalau ia menjual daging sapi asli.

Fakta Penjualan Daging Sapi yang Ternyata Babi, Kronologi Terbongkar, Terungkap Tekniknya Agar Mirip

Halaman 3/4
Tags:
babisapiTangerangoplosan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved