Breaking News:

Tanggapi Aksi Joget Pejabat & DPRD di HUT Maluku Tanpa Protokol Covid-19, Direktur MCC: Kurang Etis

Aksi berjoget sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Maluku bersama sejumlah anggota DPRD tanpa mengindahkan protokol Covid-19 dinilai tak etis.

Editor: Irsan Yamananda
SHUTTERSTOCK via Kompas.com
Ilustrasi virus corona atau covid-19. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Aksi joget sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Maluku bersama sejumlah anggota DPRD tanpa mengindahkan protokol Covid-19 menjadi perhatian masyarakat.

Aksi yang dilakukan saat perayaan HUT Provinsi Maluku ke-75 di Kantor DPRD Maluku itu menuai protes dari elemen masyarakat.

Tak sedikit yang menilai aksi tersebut tak etis.

Bahkan, ada juga yang menyebut jika hal tersebut melukai hati masyarakat.

Termasuk Direktur Maluku Crisis Center (MCC) Muhamad Ikhsan Tualeka.

Ia menilai, kegiatan yang dilakukan Sekretaris Daerah Maluku dan sejumlah pejabat itu sangatlah tidak etis.

5 Fakta Zaki Pohan, Kekasih Adhisty Zara yang Viral Karena Video Nakal, Mahasiswa di Yogyakarta

Urutan 14 Jenis Masker dari yang Tak Aman hingga Paling Melindungi dari Covid Berdasarkan Penelitian

3 Pasien Covid-19 Meninggal Meski Tak Miliki Gejala Namun Alami Happy Hypoxia, Ini Penjelasannya

Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang bernyanyi dan berjoget bersama sejumlah pejabat usai rapat paripurna HUT ke-75 Provinsi Maluku di Kantor DPRD Maluku, Rabu (19/8/2020).
Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang bernyanyi dan berjoget bersama sejumlah pejabat usai rapat paripurna HUT ke-75 Provinsi Maluku di Kantor DPRD Maluku, Rabu (19/8/2020). (KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)

Mengingat saat inipandemi corona masih melanda daerah Maluku.

Ikhsan menuturkan, aksi sejumlah pejabat tersebut tidak sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, Presiden meminta para pejabat negara untuk lebih sensitif terhadap kondisi masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Saya menilai ini kurang etis dan tak menunjukkan adanya sense of crisis sepeti yang dikeluhkan Presiden terhadap sejumlah pembantunya baru-baru ini,” kata Ikhsan, kepada Kompas.com, Rabu.

WN Inggris Ditemukan Meninggal di Kosnya di Denpasar, Sempat Kontak dengan Warga Positif Covid-19

Ia menilai, aksi yang ditunjukkan para pejabat dan anggota dewan itu sangat kontraproduktif dengan sosialisasi yang selama ini gencar dilakukan kepada masyarakat.

Menurut tokoh Maluku ini, aksi berjoget tanpa mengindahkan protokol kesehatan itu akan berdampak pada dua hal sekaligus.

Pertama, kadar kepatuhan warga atas protokol Covid-19 akan semakin menurun dan kedua warga akan menilai bahwa Covid-19 benar adalah rekayasa.

“Ibarat guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Selain itu, anggaran sosialisasi sejauh ini jadi seperti buang garam di laut, tak ada artinya,” kata dia.

“Hal ini juga dalam konteks yang lebih jauh akan memperkuat keyakinan sejumlah orang kalau Covid-19 adalah rekayasa. Upaya pemerintah ke depan akan lebih berat, pada saat yang sama Ambon masih masuk zona merah,” tambah dia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved