Breaking News:

Kasus Pembunuhan yang Melibatkan Pembunuh Bayaran, Dijanjikan Uang Ratusan Juta, Berakhir di Penjara

Berikut deretan kasus pembunuhan yang melibatkan pembunuh bayaran. Dibayar puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Editor: ninda iswara
Tribunnews/Jeprima
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (kedua kanan bawah) bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kedua kiri bawah), Kapolres jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko dan Direskrimum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat saat mengelar rilis kasus penembakan pengusaha bos ekspedisi di Halaman Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2020). Polisi menangkap 12 pelaku penembakan maut di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menewaskan pengusaha pelayaran Sugianto (51). Penembakan ma 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus pembunuhan belakangan terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Namun dari sekian banyak kasus pembunuhan, ada yang sudah merencanakannya dengan matang hingga menyewa pembunuh bayaran.

Pembunuh bayaran yang selama ini terlihat dalam film ternyata juga terjadi di kehidupan nyata.

Belakangan heboh kasus pembunuhan di Jakarta dan sekitarnya yang melibatkan pembunuh bayaran .

Mereka yang menjadi otak pembunuhan rela mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan juta untuk membayar orang yang mereka perintahkan membunuh.

Mereka sudah menyusun rencana dengan matang sebelum mengeksekusi korban.

Pengakuan Karyawati Otak Pembunuhan di Kelapa Gading, Pura-pura Kerasukan untuk Bujuk Eksekutor

KERAP Berhubungan Badan dengan Korban Lalu Akting Kesurupan, Aib Wanita Otaki Pembunuhan Terbongkar

Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan (TribunWow)

Bahkan tak sedikit yang sudah menyiapkan perlengkapan hingga rencana lain kalau usaha pertama mereka gagal.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menjekaskan, pembunuhan dengan menggunakan orang bayaran terjadi karena ketidakmampuan orang yang mengoder untuk mengendalikan emosinya.

"Berarti tidak mampu mendehumanisasi target.

Kedua, tidak punya akses ke instrumen yang dibutuhkan untuk menghabisi korban dan ketiga melarikan diri dari hukum," kata Reza saat dihubungi, Rabu (26/8/2020).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved