Breaking News:

Penanganan Covid

Soal Mekanisme & Waktu Vaksinasi Gotong Royong, Pemerintah Belum Putuskan, Masih Prioritaskan Nakes

Pemerintah belum putuskan soal vaksinasi gotong royong, masih fokus prioritaskan tenaga kesehatan.

Editor: ninda iswara
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). Acara simulasi vaksinasi dihadiri Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar. 

TRIBUNNEWSMAKER. COM - Pemerintah belum memutuskan mekanisme dan waktu vaksin gotong-royong yang melibatkan perusahaan swasta.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pemerintah masih memprioritaskan pemberian vaksin kepada kelompok prioritas yakni tenaga kesehatan (Nakes).

"Pada prinsipnya, pemerintah memprioritaskan pemberian vaksinasi kepada yang berisiko, secara bertahap sesuai etika dengan medik," kata Wiku, Selasa, (9/2/2021).

Vaksin Gotong-royong adalah program vaksinasi yang diprakarsai Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dengan pemerintah.

Tujuan dari program tersebut yakni untuk mempercepat akses terhadap vaksin terutama di sektor usaha.

Meskipun demikian Wiku mengatakan Pemerintah mengapresiasi setiap masukan termasuk program vaksin gotong-royong karena dapat mengakselerasi program vaksinasi.

Program tersebut akan dimulai setelah keluar izin dari pemerintah.

Baca juga: Jadwal Vaksinasi Covid-19 Untuk Lansia Masyarakat Umum, akan Dilaksanakan Pada Maret 2021

Baca juga: Inilah Penjelasan Menkes Budi Soal Pemberian Vaksin Covid-19 Untuk Lansia di Atas 60 Tahun

Petugas kesehatan Puskesmas dibantu petugas kepolisian mengambil Vaksin Covid-19 Sinovac saat didistribusikan di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jalan Supratman, Jawa Barat, Rabu (13/1/2021). Dinas Kesehatan Kota Bandung mendistribusikan 25 ribu dosis vaksin Covid-19 Sinovac ke 80 puskesmas, 34 rumah sakit serta klinik-klinik di Kota Bandung untuk kebutuhan vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kesehatan.
Petugas kesehatan Puskesmas dibantu petugas kepolisian mengambil Vaksin Covid-19 Sinovac saat didistribusikan di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jalan Supratman, Jawa Barat, Rabu (13/1/2021). Dinas Kesehatan Kota Bandung mendistribusikan 25 ribu dosis vaksin Covid-19 Sinovac ke 80 puskesmas, 34 rumah sakit serta klinik-klinik di Kota Bandung untuk kebutuhan vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kesehatan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

"Mohon kerja samanya untuk bergotong-royong, mensukseskan program vaksinasi Termasuk melakukan tahap vaksinasi di bawah izin resmi pemerintah," katanya.

Menurut Wiku tujuan dari Program vaksinasi adalah untuk mempercepat tercapainya kekebalan komunitas atau herd imunity.

Kekebalan tersebut dapat tercapai apabila 70 persen masyrakat telah mengikuti program vaksinasi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved