Breaking News:

KABAR GEMBIRA, Pekerja yang Kena PHK, Dirumahkan, dan Dikurangi Jam Kerja Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta

Selain subsidi gaji Rp 1 juta, kini pekerja yang di-phk, dirumahkan dan lamai pengurangan jam kerja dapat bantua Rp 1,2 juta. Simak infonya.

(Kemensos)
Ilustrasi subsidi gaji untuk pekerja yang di-PHK, dirumahkan dan alami pengurangan jam kerja 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Para pekerja yang terdampak dengan adanya PPKM Darurat akan segera mendapatkan subsidi upah Rp 1,2 juta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Bantuan Rp 1,2 juta tersebut oleh Sri Mulyani ditujukan untuk pekerja yang kena PHK, dirumahkan dan mengalami pengurangan jam kerja.

“Saat ini kita sedang membahas dengan Kemenko Perekonomian, dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam rangka untuk membantu segmen kelompok pekerja yang dirumahkan, atau jam kerjanya menurun,” jelas Sri Mulyani saat Konferensi Pers, Rabu (21/7).

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan dengan digelontorkannya BSU diharapkan bisa membantu pekerja yang terkena dampak dari pembatasan kegiatan untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Sayangnya, Menkeu belum menjelaskan lebih rinci, terkait besar anggaran yang akan digelontorkan hingga kriteria dana jangka waktu pemberian insentif tersebut.

Baca juga: SUBSIDI Gaji Rp 1 Juta Cair Lagi, Syaratnya Berada di Zona PPKM Level 4, Inilah Daftar Wilayahnya

Baca juga: Cara Mendapat Subsidi Token Listrik PLN Berupa Diskon 25-50 Persen, Khusus Pelanggan 450VA & 900VA

Ilustrasi -  bansos
Ilustrasi - bansos (Tribun Pontianak/Istimewa)

Yang jelas, Sri Mulayni berjanji bahwa kejelasan terkait BSU akan diumumkan dalam beberapa waktu ke depan setelah pembasahan bersama Kementerian terkait telah selesai.

“Untuk bantuan subsidi upah, kita masih akan memfinalkan dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Menkeu juga menekankan, sambil menunggu skema BSU, pegawai dirumahkan sekiranya dapat memanfaatkan program Kartu Pra Kerja.

Adapun, pemerintah menambah anggaran program Kartu Prakerja sebesar Rp 10 triliun dari yang semula Rp 20 triliun.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: octaviamonalisa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved