Breaking News:

Herry Wirawan Lecehkan 12 Santriwati Hingga Hamil, Begini Nasib Istrinya, Diungkap Kejaksaan

Kasus rudapaksa 12 santriwati pesantren yang dilakukan oleh seorang oknum guru agama tengah menjadi sorotan publik.

Editor: galuh palupi
Tribun Jabar
Herry Wirawan, guru pesantren di Bandung yang merudapaksa 12 santriwatinya hingga melahirkan 8 bayi 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus rudapaksa 12 santriwati pesantren yang dilakukan oleh seorang oknum guru agama tengah menjadi sorotan publik.

Herry Wirawan (36) nama sang guru bejat, kini menjadi bulan-bulanan masyarakat karena perbuatannya merudapaksa 12 santriwati hingga hamil dan melahirkan bayi.

Fakta terbaru, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengungkap kabar soal istri Herry.

Sebelumnya ada dugaan jika istri Herry terlibat dalam kebejatan yang dilakukan suaminya.

Namun Kejaksaan Tinggi Jawa Barat membantah hal tersebut.

Ilustrasi pelecehan seksual
Ilustrasi pelecehan seksual (insights.dice)

Menurut mereka istri Herry tidak terlibat, bahkan tidak tahu tentang apa yang dilakukan suaminya.

Baca juga: INGAT Bocah Viral Lari saat Erupsi Gunung Semeru? Berhasil Selamat Usai 2 Jam Sembunyi di Masjid

Baca juga: VIRAL Doddy Sudrajat vs Ayah Rojak, Sifat Ayah Ayu Ting Ting Dipuji, Rela Dihujat Demi Bela Anak

"Memang ada dugaan di masyarakat terkait keterlibatan istri. Tapi berdasarkan hasil persidangan yang terungkap, tidak ada (keterlibatan istri)," kata Pelaksana tugas (plt) Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jabar Riyono, di Kantor Kejati Jabar, Jalan Naripan, Kota Bandung, Jumat (10/12/2021).

Pernyataan tersebut pun ditegaskan Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung Agus Mujoko, yang mengatakan bahwa istri Herry tak terlibat dalam kejahatan suaminya.

"Tidak. Istrinya ini tidak terlibat. Istri tidak tahu menahu perbuatan suaminya," ujar Agus, dilansir dari Kompas.com dalam artikel Jaksa Sebut Istri Herry Wirawan Tidak Tahu Perbuatan Suaminya Perkosa 12 Santriwati.

Seperti diketahui, tindakan pencabulan dan pemerkosaan terhadap belasan korbannya itu tak hanya dilakukan di yayasan pesantren yang dipimpin Herry, tapi juga di tempat lain seperti hotel hingga apartemen.

"Peristiwa itu berlangsung selama lima tahun, sejak 2016 sampai 2021. Pelaku adalah guru (ustaz) bidang keagamaan semacam pesantren, sekaligus pimpinan lembaga pendidikan itu," kata Riyono.

Para korban diketahui ada yang telah melahirkan dan ada yang tengah mengandung.

Kasus ini ditangani Polda Jabar yang dilimpahkan ke Kejati Jabar pada bulan September, dan kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada bulan November.

Perkara ini pun telah masuk proses persidangan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved