Breaking News:

SETELAH Berdoa, Bharada E Sadar Hanya Jadi Tumbal, Kini Nyesel ke Brigadir J: Dimanfaatkan Pimpinan

Tersadar setelah berdoa, Bharada E dihantui rasa bersalah pada Brigadir J. Kini sadar ngaku selama ini hanya dimanfaatkan pimpinan. Ferdy Sambo?

Editor: octaviamonalisa
Kolase TribunJakarta/Facebook
Bharada E tersadar selama ini hanya dimanfaatkan pimpinan. Kini merfasa bersalah pada mendiang Brigadir J 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kepada pengacaranya, Bharada E akhirnya ungkap semua fakta tentang kematian Brigadir J.

Tersadar setelah berdoa, rupanya itulah titik balik Bharada E mau mengungkap teka-teki kematian Brigadir J.

Lewat sang pengacara Deolipa Yumara, diketahui Bharada E sedikit banyak sudah menceritakan fakta kematian ajudan Ferdy Sambo tersebut.

Deolipa Yumara menjelaskan, keterlibatan Bharada E menembak Brigadir J adalah tanpa motif.

Pasalnya Bharada E melakukan hal tersebut atas perintah atasannya.

Saat ditanya siapa atasan yang dimaksud, Deolipa mengatakan pimpinan utama dan kelompok lain diatas Bharada E.

Baca juga: Bharada E Tak Tega Lihat Brigadir J Tewas, Disuruh untuk Menembak, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Aniaya

Baca juga: Tolong Berkata Jujur Pilu Keluarga Bharada E, Minta sang Anak Jangan Takut: Tuhan Pasti Tolong

Bharada E disuruh menembak Brigadir J, tak tega lihat temannya tewas.
Bharada E disuruh menembak Brigadir J, tak tega lihat temannya tewas. (Tribunnews.com/Irwan Rismawan, Facebook Rohani Simanjuntak)

"Ya pimpinan utamalah, masa harus dijelaskan, yang memerintahkannya.

Ini masuk ranah penyidikan," kata Deolipa, Senin (8/8/2022).

Terkait apakah Bharada E bercerita tentang keterlibatan Irjen Ferdy Sambo dalam kasus meninggalnya Brigadir J, Deolipa tidak membantahnya.

"Tentunya ada cerita itu. Ini kan satu paket, karena Bharada E ajudannya (Irjen Ferdy Sambo-Red).

Jadi ada cerita itu," tegas Deolipa.

Ia mengatakan keterlibatan Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadi J, karena disuruh atau diperintahkan menjalankan skenario yang disiapkan.

"Satu hal keterlibatan dia tanpa motif.

Jadi bila terjadi pembunuhan oleh dia itu, tanpa motif karena penembakan atas dasar perintah.

Siapa yang memerintah, ini dalam wilayah penyidikan," kata Deolipa di Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Senin (8/8/2022)

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Tags:
Bharada EBrigadir JFerdy SamboDeolipa Yumara
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved