Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

'Ada Obstruction of Justice' Komnas HAM Ungkap Posisi Jenazah Brigadir J Usai Ditembak Ferdy Sambo

Komnas HAM ungkap posisi jenazah Brigadri J setelah ditembak oleh Ferdy Sambo dan Bharada E.

Editor: Candra Isriadhi
Facebook, YouTube Kompas Tv
Komnas HAM cekulang TKP, temukan bukti baru kasus pembunuhan atas Brigadir J. Komnas HAM ungkap posisi jenazah Brigadri J setelah ditembak oleh Ferdy Sambo dan Bharada E. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Komnas HAM ungkap posisi jenazah Brigadri J setelah ditembak oleh Ferdy Sambo dan Bharada E.

Meski kini belum memasuki proses di pengadilan, kasus kematian Brigadir J tampaknya sedikit demi sedikit mulai terungkap.

Kini foto posisi jenazah Brigadir J sesaat setelah ditembak sudah dikantongi oleh Komnas HAM.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pihaknya memiliki foto yang menunjukkan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas terkapar di dalam rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, sesaat setelah ditembak Bharada E atas perintah Ferdy Sambo.

Hal itu dikatakan Anam saat rapat dengan Komisi III DPR RI membahas kasus pembunuhan Brigadir J di gedung DPR, Senin (22/8/2022).

"Kami memiliki foto di tanggal 8 Juli di TKP, pasca kejadian. Foto jenazah Brigadir J masih ada di tempatnya di TKP," kata Anam.

Menurut Anam foto itu bisa diperlihatkan ke setiap anggota Komisi III DPR secara tertutup, namun belum saatnya ditunjukkan ke publik.

Baca juga: Dianggap Kurang Kerjaan, Kak Seto Beri Penjelasan Kenapa Sambangi Anak-anak Irjen Ferdy Sambo

Baca juga: 2 SOSOK Penting Ini Sebut Ada Bunker Isi Rp 900 M di Rumah Ferdy Sambo, Polri Bantah: Tidaklah Benar

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menuturkan pihaknya memiliki foto yang menunjukkan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas terkapar di dalam rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, sesaat setelah ditembak.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menuturkan pihaknya memiliki foto yang menunjukkan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas terkapar di dalam rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, sesaat setelah ditembak. (Akun YouTube Kompas TV)

"Karena ini pasti akan mengganggu penyidikan teman-teman kepolisian. Foto yang terjadi tanggal 8 di TKP, posisi yang paling penting. jenazah masih ada di tempatnya di Duren Tiga," kata Anam.

Ia mengatakan juga akan menyerahkan foto itu ke penyidik Bareskrim untuk kepentingan penyidikan.

Selain foto jenazah Brigadir J yang tewas terkapar di lokasi kejadian, menurut Anam pihaknya juga mendapatkan jejak digital terkait perintah untuk menghilangkan sejumlah barang bukti di TKP agar dihilangkan.

"Jejak digital perintah terkait barang bukti supaya dihilangkan, kami mendapatkan itu. Dari itu semua kami meyakini adanya obstruction of justice atau menghalangi, merekayasa dan lain sebagainya dalam kasus ini," katanya.

Semua hal itu kata Anam memudahkan pihaknya untuk mulai membangun kembali fakta-fakta dan terangnya peristiwa pembunuhan Brigadir J.

Baca juga: Kini Kurus Banyak Diam, Vera Puji Brigadir J Tepati Janji Dapat IPK di Atas 3: Sini Cium Dulu

Baca juga: Komnas HAM Dapat Bukti Baru, Foto Brigadir J Terkapar Setelah Ditembak, Perintah Halangi Penyidikan

Selain itu Choirul Anam menyatakan bahwa skuat yang dimaksud mengancam akan membunuh Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, ternyata adalah Kuwat Maaruf, sopir sekaligus asisten rumah tangga Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Kuwat Maaruf telah ditetapkan menjadi salah satu tersangka pembunuhan berencana Brigadir J.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved