Israel Tersudut 3.000 Kematian Tragis Anak-anak Korban Bombardir Gaza, PBB & Indonesia: Data Akurat!
Israel semakin tersudut 3.000 kematian tragis anak-anak korban bombardir Israel di kawasan Gaza, Palestina, sejumlah negara mengecam!
Editor: Dika Pradana
Kementerian Kesehatan adalah satu-satunya sumber resmi untuk korban di Gaza. Israel menutup perbatasan Gaza, melarang jurnalis asing dan pekerja kemanusiaan masuk.
The Associated Press (AP) adalah salah satu dari sedikit organisasi berita internasional yang punya tim di Gaza.
Meskipun para jurnalis tersebut tidak dapat melakukan penghitungan komprehensif, mereka melihat sejumlah besar jenazah di lokasi serangan udara, di ruang jenazah, dan selama pemakaman.
PBB dan lembaga internasional serta Otoritas Palestina di Tepi Barat, wilayah Palestina lainnya yang juga berada di bawah pendudukan Israel sejak 1967, mengatakan Kementerian Kesehatan di Gaza telah lama berupaya mencatat jumlah korban di bawah kondisi paling sulit.
"Angka-angka itu mungkin tidak sepenuhnya akurat setiap menit," kata Michael Ryan dari Program Darurat Kesehatan WHO.
"Tetapi secara umum, mereka mencerminkan tingkat kematian dan luka." imbuhnya.
Baca juga: NYALI Serangan Darat Israel Seketika Ciut Begitu Dirudal Hamas, 1 Tentara Israel Tewas: Tank Hancur

Dalam perang-perang sebelumnya, data dari kementerian tersebut terbukti akurat dalam penyelidikan PBB, penyelidikan independen, dan bahkan perhitungan Israel.
Berikut gambaran tentang bagaimana Kementerian Kesehatan Gaza menghasilkan jumlah korban sejak perang dimulai, sebagaimana dilaporkan Associated Press, Jumat (27/10/2023).
Bagaimana Kementerian Kesehatan Palestina yang dikelola Hamas menghitung jumlah korban tewas dalam serangan Israel?
Sumber yang paling sering dikutip terkait jumlah korban di Gaza adalah juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qidra.
Dari kantor di Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza, al-Qidra menerima aliran data terus-menerus dari setiap rumah sakit di Gaza.
Para administrator rumah sakit mengatakan mereka mencatat setiap orang yang terluka dan berada di tempat tidur serta setiap jenazah yang tiba di ruang jenazah.

Mereka memasukkan data tersebut ke dalam sistem komputer yang dibagikan dengan al-Qidra dan rekan-rekan kerjanya.
Menurut tangkapan layar yang dikirim direktur rumah sakit kepada AP, sistem tersebut terlihat seperti spreadsheet berkode warna yang dibagi menjadi kategori: nama, nomor identitas, tanggal masuk rumah sakit, jenis luka, kondisi.
Nama tidak selalu tersedia, kata al-Qidra. Ia dan rekan-rekannya menghadapi gangguan karena konektivitas yang buruk. Tetapi mereka mengaku melakukan panggilan telepon untuk memeriksa kembali angka-angka tersebut.
Sumber: Serambi Indonesia
Potret Pilu DJ Koo di Makam Barbie Hsu, Tertunduk Lesu, Hampir Tiap Hari Datang, Buat Peziarah Sedih |
![]() |
---|
Mirisnya Kehidupan Putri Jackie Chan, Etta Ng jadi Tunawisma di Kanada, Tidur di Kolong Jembatan |
![]() |
---|
Beda Nasib dari Pangeran Al Waleed, Munira Abdulla Bangun Lagi Setelah 27 Tahun Koma, Bak Keajaiban |
![]() |
---|
Perjuangan Ayah Pangeran Al Waleed, Tolak Lepas Alat Bantu Hidup Anak, Kamar RS jadi Tempat Berdoa |
![]() |
---|
Pangeran Arab Al Waleed Koma 20 Tahun, 3 Dokter AS Didatangkan untuk Menyadarkan, Hasilnya Sia-sia? |
![]() |
---|