Breaking News:

Israel Tersudut 3.000 Kematian Tragis Anak-anak Korban Bombardir Gaza, PBB & Indonesia: Data Akurat!

Israel semakin tersudut 3.000 kematian tragis anak-anak korban bombardir Israel di kawasan Gaza, Palestina, sejumlah negara mengecam!

Editor: Dika Pradana
Ist via TribunJatim / Reuters
Anak-anak di Gaza menjadi korban penyerangan Israel 

Kementerian tersebut mengumpulkan data dari sumber lain, termasuk Bulan Sabit Palestina.

"Setiap orang yang masuk rumah sakit kami dicatat," kata Atef Alkahlout, direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

"Itu adalah prioritas."

Kementerian merilis pembaruan jumlah korban setiap beberapa jam, dan menginformasikan jumlah korban jiwa dan luka dengan kategori pria, wanita, dan anak-anak.

Kementerian umumnya tidak memberikan nama, usia, atau lokasi orang-orang yang tewas.

Seorang perempuan Palestina bereaksi terhadap kerusakan setelah serangan militer Israel ke kamp pengungsi Rafah, di selatan Jalur Gaza pada 15 Oktober 2023. Ribuan warga Palestina berkumpul di selatan Jalur Gaza, menggelar tikar di jalanan setelah sekolah-sekolah yang dikelola PBB penuh menyusul peringatan Israel untuk mengevakuasi warga di bagian utara daerah kantong yang miskin tersebut.
Seorang perempuan Palestina bereaksi terhadap kerusakan setelah serangan militer Israel ke kamp pengungsi Rafah, di selatan Jalur Gaza pada 15 Oktober 2023. Ribuan warga Palestina berkumpul di selatan Jalur Gaza, menggelar tikar di jalanan setelah sekolah-sekolah yang dikelola PBB penuh menyusul peringatan Israel untuk mengevakuasi warga di bagian utara daerah kantong yang miskin tersebut. ((AFP/SAID KHATIB))

Informasi tersebut biasanya diperoleh dari para wartawan di lapangan atau dari kantor media pemerintahan yang dikelola oleh Hamas.

Sebagai tanggapan terhadap keraguan Amerika Serikat atas data-datanya, Kementerian Kesehatan di Gaza merilis laporan sepanjang 212 halaman yang mencantumkan setiap warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel, termasuk nama, nomor identitas, usia, dan jenis kelamin mereka.

Sebuah salinan laporan yang dibagikan kepada AP menyebutkan, 6.747 warga Palestina tewas dan 281 jenazah lain yang belum diidentifikasi. Daftar tersebut tidak memberikan informasi soal lokasi.

Kementerian tidak pernah membedakan antara warga sipil dan anggota kelompok bersenjata.

Hal itu menjadi lebih jelas setelah eskalasi menurun, ketika PBB dan kelompok hak asasi manusia melakukan penyelidikan dan kelompok militan memberikan data jumlah anggota yang tewas.

Tentara Israel juga melakukan penyelidikan pasca-perang.

Kementerian Kesehatan di Gaza tidak melaporkan bagaimana warga Palestina tewas, apakah akibat serangan udara Israel dan tembakan artileri atau cara lain, seperti tembakan roket Palestina yang salah sasaran.

Semua korban dijelaskan sebagai "korban agresi Israel."

Kurangnya transparansi memunculkan pertanyaan dan upaya pengaburan jumlah korban tewas terbunuh oleh Israel dan bahkan Amerika Serikat.

"Ketika lembaga kesehatan Hamas mengeluarkan angka-angka, Anda harus melihatnya dengan skeptis," kata Letnan Kolonel Richard Hecht, juru bicara militer Israel, dalam sebuah briefing pada Kamis.

Halaman
1234
Tags:
berita viral hari iniIsraelPalestinaGazaHamasanak-anakPBBIndonesia
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved