Israel Tersudut 3.000 Kematian Tragis Anak-anak Korban Bombardir Gaza, PBB & Indonesia: Data Akurat!
Israel semakin tersudut 3.000 kematian tragis anak-anak korban bombardir Israel di kawasan Gaza, Palestina, sejumlah negara mengecam!
Editor: Dika Pradana
Kementerian tersebut mengumpulkan data dari sumber lain, termasuk Bulan Sabit Palestina.
"Setiap orang yang masuk rumah sakit kami dicatat," kata Atef Alkahlout, direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
"Itu adalah prioritas."
Kementerian merilis pembaruan jumlah korban setiap beberapa jam, dan menginformasikan jumlah korban jiwa dan luka dengan kategori pria, wanita, dan anak-anak.
Kementerian umumnya tidak memberikan nama, usia, atau lokasi orang-orang yang tewas.

Informasi tersebut biasanya diperoleh dari para wartawan di lapangan atau dari kantor media pemerintahan yang dikelola oleh Hamas.
Sebagai tanggapan terhadap keraguan Amerika Serikat atas data-datanya, Kementerian Kesehatan di Gaza merilis laporan sepanjang 212 halaman yang mencantumkan setiap warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel, termasuk nama, nomor identitas, usia, dan jenis kelamin mereka.
Sebuah salinan laporan yang dibagikan kepada AP menyebutkan, 6.747 warga Palestina tewas dan 281 jenazah lain yang belum diidentifikasi. Daftar tersebut tidak memberikan informasi soal lokasi.
Kementerian tidak pernah membedakan antara warga sipil dan anggota kelompok bersenjata.
Hal itu menjadi lebih jelas setelah eskalasi menurun, ketika PBB dan kelompok hak asasi manusia melakukan penyelidikan dan kelompok militan memberikan data jumlah anggota yang tewas.
Tentara Israel juga melakukan penyelidikan pasca-perang.
Kementerian Kesehatan di Gaza tidak melaporkan bagaimana warga Palestina tewas, apakah akibat serangan udara Israel dan tembakan artileri atau cara lain, seperti tembakan roket Palestina yang salah sasaran.
Semua korban dijelaskan sebagai "korban agresi Israel."
Kurangnya transparansi memunculkan pertanyaan dan upaya pengaburan jumlah korban tewas terbunuh oleh Israel dan bahkan Amerika Serikat.
"Ketika lembaga kesehatan Hamas mengeluarkan angka-angka, Anda harus melihatnya dengan skeptis," kata Letnan Kolonel Richard Hecht, juru bicara militer Israel, dalam sebuah briefing pada Kamis.
Sumber: Serambi Indonesia
Potret Pilu DJ Koo di Makam Barbie Hsu, Tertunduk Lesu, Hampir Tiap Hari Datang, Buat Peziarah Sedih |
![]() |
---|
Mirisnya Kehidupan Putri Jackie Chan, Etta Ng jadi Tunawisma di Kanada, Tidur di Kolong Jembatan |
![]() |
---|
Beda Nasib dari Pangeran Al Waleed, Munira Abdulla Bangun Lagi Setelah 27 Tahun Koma, Bak Keajaiban |
![]() |
---|
Perjuangan Ayah Pangeran Al Waleed, Tolak Lepas Alat Bantu Hidup Anak, Kamar RS jadi Tempat Berdoa |
![]() |
---|
Pangeran Arab Al Waleed Koma 20 Tahun, 3 Dokter AS Didatangkan untuk Menyadarkan, Hasilnya Sia-sia? |
![]() |
---|