Israel Tersudut 3.000 Kematian Tragis Anak-anak Korban Bombardir Gaza, PBB & Indonesia: Data Akurat!
Israel semakin tersudut 3.000 kematian tragis anak-anak korban bombardir Israel di kawasan Gaza, Palestina, sejumlah negara mengecam!
Editor: Dika Pradana
Namun ia berkali-kali menolak untuk memberikan data jumlah korban Palestina versi Israel.
Israel mengatakan lebih dari 1.400 warga sipil dan tentara tewas dan lebih dari 200 orang ditangkap ketika Hamas menyerbu Israel pada 7 Oktober 2023. Hingga saat ini, militer Israel mengidentifikasi 309 dari mereka yang tewas sebagai tentara.

Siapa yang bekerja di Kementerian Kesehatan Gaza?
Hamas, sebagai otoritas pemerintahan Gaza, mengendalikan Kementerian Kesehatan.
Namun, itu berbeda dengan lembaga politik dan keamanan yang dijalankan oleh Hamas.
Otoritas Palestina, yang mengendalikan Gaza sebelum Hamas merebut daerah tersebut pada 2007, masih mengendalikan layanan kesehatan dan pendidikan di Gaza, meskipun berbasis di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Kementerian kesehatan adalah campuran antara pekerja yang baru saja direkrut oleh Hamas dan pegawai negeri sipil yang berafiliasi dengan partai nasionalis sekuler Fatah, kata pejabat.
Otoritas Palestina yang dikuasai Fatah, mengelola kota-kota Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Mereka memiliki kementerian kesehatan mereka sendiri di Ramallah.
Kementerian Kesehatan di Ramallah masih menyediakan peralatan medis ke Gaza, membayar gaji pegawai Kementerian Kesehatan, dan menangani transfer pasien dari enklafe yang terkepung itu ke rumah sakit Israel.
Menteri Kesehatan Mai al-Kaila di Ramallah mengawasi kementerian paralel ini, menerima data yang sama dari rumah sakit. Wakilnya berbasis di Gaza.
Kementerian Kesehatan di Ramallah mengatakan mereka mempercayai angka korban dari mitra mereka di Gaza, dan memerlukan lebih banyak waktu untuk memublikasikan angka karena mereka mencoba untuk mengonfirmasi angka dengan staf mereka di Gaza.
Hamas mengendalikan akses terhadap informasi dan menjalankan kantor media pemerintah yang memberikan detail tentang serangan udara Israel.
Namun, para pekerja Kementerian Kesehatan bersikeras Hamas tidak mengatur apalagi memanipulsi jumlah angka korban.
"Hamas adalah salah satu faksi. Beberapa di antara kami mendukung Fatah, beberapa adalah independen," kata Ahmed al-Kahlot, direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.
"Lebih dari apapun, kami adalah profesional medis." imbuhnya.
Bagaimana data jumlah korban dari perang-perang sebelumnya?
Selama empat perang dan sejumlah pertempuran sengit antara Israel dan Hamas sebelumnya, lembaga-lembaga PBB mengutip angka korban dari Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikelola Hamas dalam laporan mereka.
Komite Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Palestina juga mempercayai dan menggunakan angka tersebut.
Setelah perang, kantor kemanusiaan PBB menerbitkan jumlah korban akhir berdasarkan penelitian mereka sendiri terhadap catatan medis.
Dalam semua kasus, angka PBB hampir selalu konsisten dengan angka Kementerian Kesehatan Gaza, dengan perbedaan yang kecil.
Pada Perang 2008, Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan 1.440 warga Palestina tewas; PBB melaporkan 1.385.
Pada Perang 2014, Kementerian melaporkan 2.310 warga Palestina tewas; PBB melaporkan 2.251.
Pada Perang 2021, Kementerian melaporkan 260 warga Palestina tewas; PBB melaporkan 256.
Meskipun Israel dan Palestina berselisih tentang jumlah militan versus warga sipil yang tewas dalam perang-perang sebelumnya, angka Israel atas korban Palestina mendekati angka Kementerian Kesehatan di Gaza.
Misalnya, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan perang 2014 menewaskan 2.125 warga Palestina - sedikit lebih rendah dari angka yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan di Gaza.
Penyedia dan kantor-kantor berita internasional, termasuk AP, serta pekerja kemanusiaan dan kelompok hak asasi manusia, menggunakan data Kementerian Kesehatan di Gaza ketika verifikasi independen tidak mungkin dilakukan.
Artikel ini diolah dari Serambinews
Sumber: Serambi Indonesia
Potret Pilu DJ Koo di Makam Barbie Hsu, Tertunduk Lesu, Hampir Tiap Hari Datang, Buat Peziarah Sedih |
![]() |
---|
Mirisnya Kehidupan Putri Jackie Chan, Etta Ng jadi Tunawisma di Kanada, Tidur di Kolong Jembatan |
![]() |
---|
Beda Nasib dari Pangeran Al Waleed, Munira Abdulla Bangun Lagi Setelah 27 Tahun Koma, Bak Keajaiban |
![]() |
---|
Perjuangan Ayah Pangeran Al Waleed, Tolak Lepas Alat Bantu Hidup Anak, Kamar RS jadi Tempat Berdoa |
![]() |
---|
Pangeran Arab Al Waleed Koma 20 Tahun, 3 Dokter AS Didatangkan untuk Menyadarkan, Hasilnya Sia-sia? |
![]() |
---|