Konflik Palestina Vs Israel
Gencatan Senjata Israel-Hamas Diperpanjang 2 Hari, Bantuan Gaza Ditambah & Sandera Banyak Dibebaskan
Selasa (28/11/2023) merupakan hari ke 5 gencatan senjata, setelah Israel dan Hamas sepakat memperpanjang jeda perang mereka selama dua hari.
Editor: Sinta Manila
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Selasa (28/11/2023) merupakan hari ke 5 gencatan senjata, setelah Israel dan Hamas sepakat memperpanjang jeda perang mereka selama dua hari.
Hal ini berkaitan dengan desakan dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan sejumlah pemimpin dunia lain.
Perjanjian dan aturan gencatan senjata masih sama dengan awal, bahwa dalam sehari akan ada 10 sandera yang dibebaskan.
Baca juga: PM Netanyahu Beri Lampu Hijau Ajakan Hamas untuk Memperpanjang Hari Perjanjian Gencatan Senjata
Pihak penengah, Qatar mengatakan Israel dan Hamas kemarin sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata mereka yang rapuh selama dua hari lagi.
Qatar sebagai negara yang membantu merundingkan terus mengarahkan konflik tersebut untuk dihentikan.
Dikutip dari The New York Times, kesepakatan itu memungkinkan bantuan tambahan mengalir ke Gaza dan membebaskan lebih banyak sandera, tahanan, dan tahanan dari perkiraan semula.
Perpanjangan ini dilakukan bersamaan dengan gencatan senjata empat hari yang akan berakhir hari ini.
Para pejabat Israel memberi isyarat bahwa pertukaran sandera dan tahanan yang keempat, yang merupakan putaran terakhir dari perjanjian awal, akan dilanjutkan.
Baca juga: Hamas Tuding Israel Melanggar Janji Gencatan Senjata! IDF Tetap Tembaki Warga Palestina Hingga Tewas
Kepala Dinas Informasi Negara di Mesir, yang juga memediasi pembicaraan antara Israel dan Hamas, mengatakan kemarin bahwa perpanjangan waktu dua hari akan mencakup pembebasan 10 wanita dan anak-anak yang disandera di Gaza setiap hari dengan imbalan 30 tahanan Palestina ditahan di penjara-penjara Israel.
Perjanjian baru ini juga akan memperpanjang jeda dalam pemboman Israel di Jalur Gaza yang telah menewaskan sedikitnya 13.000 orang dan menciptakan bencana kemanusiaan bagi 2,2 juta penduduknya.
Sejauh ini Hamas telah membebaskan 39 sandera Israel dan Israel telah membebaskan 117 tahanan Palestina.
Sebanyak 19 sandera lainnya di Gaza – 17 warga Thailand, satu warga Filipina dan satu warga negara ganda Rusia-Israel – telah dibebaskan sejak Jumat melalui perundingan terpisah.
Sementara Al Jazeera menyebutkan, 11 sandera telah dibebaskan oleh kelompok bersenjata Palestina Hamas, yang terbaru dari serangkaian pertukaran selama jeda kemanusiaan selama empat hari.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, yang memainkan peran penting dalam upaya mediasi, mengatakan mereka yang dibebaskan adalah enam warga Argentina, tiga warga negara Prancis dan dua warga Jerman.
Baca juga: 23 Warga Thailand Ikut Tersandera, Hamas Jamin Keselamatan Hingga Dipulangkan saat Gencatan Senjata
Pembebasan para sandera, sebagian dari sekitar 240 orang yang ditawan oleh Hamas dalam serangan mematikan di Israel selatan pada 7 Oktober, terjadi setelah Qatar dan Hamas mengatakan bahwa kesepakatan telah dicapai untuk memperpanjang gencatan senjata awal selama empat hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-Israel-Benjamin-Netanyahu-kiri-dan-Pasukan-Hamas-Kanan.jpg)