Breaking News:

Khazanah Islam

Benarkah Malam Jumat Kliwon Sakral dan Lebih Istimewa? Buya Yahya Jelaskan Ada Apa Dibalik Hari Itu

Benarkah dalam Islam jika Jumat Kliwon itu adalah sakral dan paling istimewah di antara hari-hari yang lainnya?

Tayang:
Penulis: Sinta Manila
Editor: Sinta Manila
Youtube Al-Bahjah TV
Benarkah dalam Islam jika Jumat Kliwon itu adalah sakral dan paling istimewah di antara hari-hari yang lainnya? 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tak sedikit masyarakat Indonesia meyakini bahwa di hari Jumat Kliwon, merupakan waktu yang disakralkan.

Benarkah dalam Islam jika Jumat Kliwon itu adalah sakral dan paling istimewah di antara hari-hari yang lainnya?

Baca juga: Apakah Benar Arwah Orang Meninggal akan Pulang ke Rumah di Malam Jumat? Begini Penjelasan Buya Yahya

Istilah malam Jumat Kliwon, rupanya berkaitan dengan puncak tradisi puasa selama 40 hari.

Sebagaimana melihat dari banyak informasi yang dituliskan di laman-laman media online.

Mereka yang melakukan puasa pada hari tersebut, diyakini dapat menolak segala hal buruk yang terjadi selama hidupnya.

Sehingga di malam Jumat Kliwon ini dihubungkan dengan kejadian mistis, seperti larung sesajen, ruwatan, dan tradisi lainnya.

Dalam salah satu budaya masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur, malam Jumta Kliwon akan menjadi momen datangnya arwah orang meninggal dari kubur ke rumah.

Baca juga: Benarkah Suami Istri yang Bercinta di Malam Jumat Hukumnya Sunnah Rasul? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat

Menjelang malam Jumat, apakah arwah-arwah orang meninggal akan kembali ke rumah keluarganya yang masih hidup?
Menjelang malam Jumat, apakah arwah-arwah orang meninggal akan kembali ke rumah keluarganya yang masih hidup? (YouTube CulapCulip)

Mereka akan meminta doa dari keluarga, dan jika tidak diberikan maka akan menangis pulang ke kubur.

Hal itu jusrtu dikaitkan dengan agama islam yakni memasukkan ritual yang berwujud doa-doa, ziarah kubur, pengadaan yasinan.

Dikarenakan ritual ini dilakukan pada malam Jumat Kliwon maka disebut dengan budaya Kliwonan.

Akan tetapi, apakah itu semua benar-benar ada di syariat Islam, Buya Yahya langsung membantahnya.

Dalam penjelasan di YouTube Al Bahjah TV, Buya menjelaskan panjang lebar dan secara mudah tentang malam Jumat Kliwon ini.

Baca juga: Bolehkan Wanita Mendahului Shalat Dzuhur Sebelum Shalat Jumat Selesai? Begini Penjelasan Buya Yahya

"Malam Jumat adalah hari-hari yang ada di kita semuanya, Jumat hari biasa.

Cuma dalam Islam hari Jumat adalah keistimewaan, adapun kliwon adalah hitungan hari Jawa." jelas Buya Yahya.

ILUSTRASI roh halus
ILUSTRASI roh halus (Kompas.com)

"Kalau kita umumnya seminggu, ada tujuh hari.

Akan tetapi di Jawa itu hitungannya 5 hari, sehingga setiap hari kelima itu ketemu sama yang namanya pasaran." tambah Buya Yahya.

"Sehingga di masyarakat Jawa, akan ada pasar yang ikut di hari-hari ini.

Itu hari tidak ada kaitannya dengan apa-apa, seperti ada keyakinan hari nahas.

Tapi sebenarnya itu tidak ada, semua hari baik ketika kita beribadah di dalamnya.

Dan hari jelek kalau kita bermaksiat di dalamnya." terang Buya Yahya.

Hingga sekarang ini, hari-hari dalam nama jawa itu disebut hari pasaran yang merujuk pada nama-nama pasar yang buka di hari tersebut.

Baca juga: Benarkah Suami Istri yang Bercinta di Malam Jumat Hukumnya Sunnah Rasul? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat

Mengenal Pasar Pon, Ikon Kabupaten Trenggalek Bergaya Arsitektur Eropa
Mengenal Pasar Pon, Ikon Kabupaten Trenggalek Bergaya Arsitektur Eropa (Kompas.com)

Lalu benarkan Jumat Kliwon itu berbeda dari hari yang lainnya karena ada arwah yang pulang?

Buya Yahya juga menjelasakan perihal ada keyakinan salah kaprah ini di masyarakat.

"Sedangkan Jumat Kliwon itu perpaduan dari hari Jumat tahun masehi dan hari jawa.

Yang menjadi masalah pon kliwon itu menjadi sebuah keyakinan.

Jumat kliwon nanti pada bangkit dari kuburan, ini tidak ada, karena itu hari-hari biasa." tegas Buya.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Membaca Surah Al kahfi di Hari Jumat? Agar Terhindar dari Fitnah Dajjal

"Dunia mistik itu masalah keyakinan setelah itu, jadi sebenarnya hari biasa saja.

Kelebihannya adalah kalau ada berbuat baik di hari itu, anda bersedekah anda meningkatkan shalat dan seterusnya." pungkas Buya Yahya.

Sehingga dapat disimpulkan, Jumat Kliwon tidak ada bedanya dengan hari-hari yang lainnya.

Yang membedakan adalah apakah hari itu akan kita gunakan dengan sebaik-baiknya atau justru seburuk-buruknya.

(Tribunnewsmaker.com/MNL)

Tags:
Malam Jumat KliwonBuya Yahya
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved