Berita Viral
Apa Itu Virus West Nile yang Melanda Israel? 100 Orang Terinfeksi, 7 Tewas, Ini Gejala & Penyebabnya
Inilah gejala dan penyebab virus West Nile yang kini melanda Israel dan telah menginfeksi 100 orang, lima orang tewas.
Penulis: Dika Pradana
Editor: Dika Pradana
Dilansir dari Cleveland Jewish News, sebagian besar pasien yang terinfeksi virus west nile tidak menunjukkan gejala, terutama orang tua dan orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan.
Baca juga: Bukanya Sembuh, Kerokan Pada Anak Kecil Justru Bahaya! Dokter Ingatkan Bisa Terpapar Bakteri & Virus
Gejala virus west nile
Dalam beberapa kasus, gejala yang muncul mirip dengan flu yang akan hilang dengan sendirinya.
Selain itu, beberapa gejala lain yang mungkin akan dirasakan, meliputi:
- Demam
- Sakit kepala
- Lemas
- Nyeri sendi dan otot
- Konjungtivitis
- Ruam
- Mual
- Diare
Sementara itu, ada tanda-tanda yang bisa mendasari ketika seseorang terpapar virus tersebut, termasuk:
- Demam berkepanjangan selama lebih dari seminggu
- Beberapa kali muntah ketika mencoba minum
- Tidak bisa buang air kecil selama lebih dari sepuluh jam
- Napas cepat (lebih dari 20 per menit pada orang dewasa, lebih dari 40 per menit pada anak-anak)
- Penurunan kesadaran
- Tidak suka cahaya
- Sakit kepala dengan intensitas yang tidak biasa.
Masa inkubasi virus west nile
Infeksi virus west nile terparah dilaporkan terjadi pada 1 persen kasus, mencakup tanda-tanda neurologis yang sesuai dengan meningitis, ensefalitis akut, dan kelumpuhan akut.
Virus west nile memiliki masa inkubasi 7 hingga 14 hari. Namun, dalam beberapa kasus masa inkubasi virus ini terkadang juga bisa 3 hingga 21 hari.
Meski demikian, penyakit akibat virus west nile tersebut tidak menular dari orang ke orang.
Mereka yang berisiko terpapar adalah pasien dengan penyakit kronis yang menekan sistem kekebalan tubuh, pasien kanker dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk, bayi, dan orang tua.
Menurut literatur medis, virus west nile ditularkan di alam hanya oleh nyamuk yang terinfeksi, dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa infeksi dapat menyebar dari hewan ke manusia.
Namun hingga saat ini belum ada vaksin untuk manusia untuk melawan virus ini.
Adapun, vaksin baru tersedia untuk perlindungan pada kuda.
Upaya pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan infus intravena antibodi yang disebut IVIG dan obat interferon, yang dapat memperkuat kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk menghilangkan penyebaran virus dalam tubuh.
Sebagai bagian dari perawatan mereka, pasien menerima cairan, antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder, dan, bila perlu, dipasangkan alat ventilasi.
Metode utama untuk mencegah penyakit ini adalah dengan mencegah gigitan nyamuk melalui penggunaan obat nyamuk, kasa jendela yang memadai, pakaian yang sesuai, dan melaporkan kelompok nyamuk di dekat tempat penampungan air kepada pihak berwenang yang relevan.
(TribunNewsmaker.com/Dika Pradana)
Sumber: Tribunnewsmaker.com
| Tak Hanya Hera, 2 ART Lain juga Diperlakukan Kasar oleh Erin Eks Istri Andre Taulany: HP Dirampas |
|
|---|
| Nasib Eks Menantu Otak Perampokan & Pembunuhan Lansia di Riau, Terancam Hukuman Mati, Motif Ekonomi |
|
|---|
| Sosok Kiai Ashari, Diduga Cabuli 50 Santriwati & Suap Kuasa Hukum Korban Rp400 Juta, Kini Tersangka |
|
|---|
| Kronologi Menantu Bunuh Mertua di Riau, Cium Tangan Sebelum Pukul Pakai Kayu, Korban Sempat Heran |
|
|---|
| Kondisi Ketua DPRD Sumedang Sidik Jafar yang Jatuh & Terinjak Kuda saat Kirab Budaya, Luka Memar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Israel-waspada-merebaknya-virus-West-Nile-dan-telah-menewaskan-tujuh-orang.jpg)