"Menurut penjelasan penyidik, itu sudah dijadikan salah satu alat bukti yang ada di TKP, hasil kami belum mendapatkan," katanya lagi.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya menemukan beberapa obat-obatan ringan yang ada di kamar Arya Daru.
"Di kamar korban ditemukan obat-obat untuk penyakit ringan, seperti kolesterol, kemudian obat gerd," ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan fakta bahwa Arya Daru meminum dua obat sekaligus.
Bahkan kata dia, obat itu bisa memberikan efek penenang.
Baca juga: Daftar Bukti Baru Temuan Polisi di Kasus Arya Daru, Sebelum Meninggal Sempat Konsumsi Dua Obat Ini
"Dan yang bersangkutan juga mengonsumsi paracetamol dan dicampur dengan CTM untuk efeknya bisa penenang. Itu yang bisa kami dapat tambahan penyidik," ucapnya.
Selain itu, ia juga mengungkap, berdasarkan fakta yang didapatkan sudah jelas tidak ada orang yang masuk ke dalam kamar Arya Daru.
"Setelah almarhum pukul 23.23 habis buang sampah, masuk. Kemudian dibuka pagi-pagi oleh penjaga kosan, itu memang kamar dikunci, diselot dari dalam. Tidak ada sama sekali keberadaan pihak lain," tuturnya.
Tak hanya itu saja, sidik jari dan DNA yang ada di TKP juga hanya identik dengan Arya Daru.
"Hasil olah TKP tidak ditemukan sidik jari lain atau finger print selain almarhum. Termasuk pemeriksaan DNA di situ, yaitu semua identik dengan almarhum," tandasnya.
Kemudian ia juga mengecek bagian plafon kamar Arya Daru, tidak ada kerusakan sama sekali.
Sebelumnya, pengacara Hotman Paris mempertanyakan isi kantong plastik hitam yang dibuang Arya Daru.
"Orang membawa kantong plastik keluar, padahal satu dua jam kemudian dia ditemukan meninggal. Apakah dia membuang sesuatu di situ?," tanya Hotman Paris.
Susno pun mengatakan kalau sampah itu harus disita untuk dicari apa yang dibuang oleh Arya Daru.
Nantinya benda-benda yang ditemukan di sampah itu akan jadi petunjuk penyebab kematian Daru.
"Di sampah bisa ketemu makanan beracun, obat yang diminum, mungkin korban menderita suatu penyakit. Dicek obat apa, sesuai resep dokter atau tidak, kemudian over dosis atau tidak. Ini akan dicocokkan dengan visum dalam," bebernya.
Dari visum dalam, kata Susno Duadji, bisa terungkap apakah berbagai kemungkinan yang bisa jadi penyebab kematian.
"Misalnya Daru menenggak obat, minum racun, atau over dosis," ucap Susno.
Nantinya kata Susno Duadji, hasil otopsi akan mengungkap obat-obatan apa saja yang dikonsumsi oleh Arya Daru.
"Nanti hasil otopsi bisa menjawab. Misal ada obat yang dimakan, kalau iya berarti kecelakaan, over dosis," tandasnya.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor)