Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat muda dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), diketahui sempat mengonsumsi sejumlah obat sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kamar kosnya.
Dari hasil penyelidikan awal, beberapa jenis obat yang diminum oleh Arya Daru diketahui memiliki kandungan yang memberikan efek penenang terhadap tubuh.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Irjen Pol (Purn) Arief Wicaksono Sudiotomo, dalam keterangan resminya kepada media.
Arya Daru ditemukan telah tak bernyawa di dalam kamar kosnya yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, tanggal 8 Juli 2025.
Kompolnas yang melakukan penelusuran ke tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sejumlah barang yang berada di sekitar tubuh Arya Daru, yang kini tengah diteliti lebih lanjut.
Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengungkap penyebab pasti dari meninggalnya diplomat muda tersebut.
Selain mengamati kondisi kamar dan barang-barang di dalamnya, tim dari Kompolnas juga turut memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kos untuk melihat aktivitas yang terjadi sebelum kejadian.
Tak hanya itu, mereka juga memeriksa bagian plafon kamar guna memastikan tidak ada hal mencurigakan yang berkaitan dengan peristiwa tragis ini.
"Temuan yang kami pastikan, untuk mengecek sejauh mana CCTV yang mengarah ke lorong dari kamar ke ujung jalan masuk, kemudian CCTV yang mengarah ke pintu," kata Aref dikutip dari Youtube Metro TV, Kamis (24/7/2025).
Berdasarkan rekaman CCTV terlihat Arya Daru keluar dari kamar pada pukul 23.23 WIB dengan membawa kantong plastik.
"Karena jam 23.23 WIB almarhum keluar dengan membawa kantong plastik selama dua menit kembali lagi, guna memastikan sistem kunci yang di kamar yang ditempati oleh almarhum, kamar 105," jelas dia.
Kemudian soal isi kantong plastik itu kata dia merupakan bekas sisa bungkus makanan dan struk pembelanjaan.
"Jadi ada bekas sisa bungkus makanan, karena sebelum masuk menjelang pukul 22.00 WIB, almarhum sempat beli makanan online, dan sempat disantap sebelum masuk ke kamar," jelas dia.
"Kemudian ada struk hasil pembelian, ada dua kami lihat. Ada beberapa barang yang mungkin bisa dijelaskan oleh penyidik," tambah Arief.
Terkait makanan yang dibeli oleh Arya Daru, kata dia, sudah dijadikan alat bukti oleh penyidik.