Wamen Diciduk KPK

Immanuel Ebenezer Dulu Minta Sritex Jahit Baju Koruptor, Terwujud, Ni Luh Djelantik: Semesta Bekerja

Editor: ninda iswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KASUS IMMANUEL EBENEZER - Menilik kembali ucapan lawas Immanuel Ebenezer, eks Wamenaker pernah minta Sritex jahit baju untuk koruptor, Ni Luh Djelantik sindir pedas.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebuah video lama milik Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer alias Noel, kembali beredar luas di media sosial.

Momen ini muncul tepat setelah ia terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Video tersebut diunggah ulang oleh Senator DPD RI dari Bali periode 2024–2029, Ni Luh Djelantik, melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam potongan video itu, Noel terdengar begitu lantang berbicara tentang pemberantasan korupsi.

Ia bahkan menyarankan agar perusahaan tekstil dan garmen, Sritex, memproduksi massal baju tahanan berwarna oranye untuk para koruptor.

"Kita minta Sritex buat lah baju oren sebanyak-banyaknya, baju tersangka. Biar banyak ditangkap. Nanti dari model kayak gimana kita tangkep-tangkepin. Mereka merasa punya backing kita tangkap, merasa dia penguasa terhadap suatu aturan kita enggak peduli," ujar Noel dalam video tersebut.

Baca juga: Modus Immanuel Ebenezer Minta Motor Ducati Irvian Bobby, Ngode Lalu Dikirim ke Rumah, Terima Rp 3 M

Ironisnya, pernyataan itu kini terasa seperti bumerang bagi dirinya sendiri.

Noel justru terciduk dan harus mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK, sesuai dengan ‘permintaannya’ dulu.

Tak tinggal diam, Ni Luh Djelantik menyelipkan sindiran tajam lewat caption di unggahan videonya:

"Semesta sedang bekerja. KPK Fashion Week sesuai permintaan Noel pesan baju oranye."

Kritik Pedas dari Ni Luh: Negeri Ini Kaya, Tapi Dirampok Nafsu Koruptor

Dalam unggahan tersebut, Ni Luh juga kembali mengingatkan tentang betapa kayanya negeri ini.

Namun, menurutnya, kekayaan itu terus terkuras oleh kerakusan para pejabat yang korup.

"Bangsa ini kaya, seluruh kekayaannya jauh lebih dari cukup untuk menyejahterakan seluruh rakyatnya beratus-ratus keturunan. Ketamakan, perilaku koruptif, menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat adalah musuh utama bangsa ini," tulisnya.

Ia menegaskan bahwa rakyat Indonesia sangat layak untuk dipimpin oleh sosok-sosok yang benar-benar peduli terhadap kesejahteraan, bukan mereka yang hanya sibuk memperkaya diri dan kelompoknya.

Halaman
1234