Iran vs AS
Iran Tolak Gencatan Senjata Selama 45 Hari: Perang Harus Berakhir Total, Bukan Sekadar Jeda!
Iran tolak gencatan senjata 45 hari, tuntut perang diakhiri total tanpa kompromi!
Editor: Eri Ariyanto
Di tengah meningkatnya tekanan terhadap Teheran, Israel turut memperkuat serangannya dengan menargetkan sektor ekonomi strategis Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa militernya telah menyerang kompleks petrokimia terbesar Iran di Asaluyeh.
"Militer baru saja melakukan serangan dahsyat terhadap pabrik petrokimia terbesar Iran, yang terletak di Asaluyeh, target utama yang bertanggung jawab atas sekitar 50 persen produksi petrokimia negara itu", kata Katz dalam pernyataan video dilansir AFP, Senin.
Sebelumnya, Israel juga melancarkan serangan terhadap Zona Khusus Petrokimia Mahshahr di Provinsi Khuzestan.
“Saat ini, kedua fasilitas tersebut, yang secara bersama-sama menyumbang sekitar 85 persen ekspor petrokimia Iran, telah dinonaktifkan dan tidak lagi berfungsi,” kata Katz.
Menurutnya, serangan tersebut memberikan “pukulan ekonomi berat senilai puluhan miliar dollar” bagi Iran.
Tak hanya itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengeklaim bahwa serangan negaranya telah menghancurkan sekitar 70 persen kapasitas produksi baja Iran, sektor penting bagi industri militer, termasuk produksi rudal dan drone.
Israel pun menegaskan akan terus melanjutkan serangan terhadap infrastruktur strategis Iran sebagai bagian dari kampanye militernya.
Kecaman sebagai kejahatan perang
Di tengah eskalasi tersebut, pernyataan Trump juga menuai sorotan tajam dari komunitas internasional.
Dikutip dari NBC News, Selasa, saat ditanya mengenai potensi tuduhan kejahatan perang, ia menjawab singkat, “Tidak, sama sekali tidak.”
Adapun hingga kini, belum ada tanda-tanda pemberontakan di Iran. Sebaliknya, warga sipil dilaporkan lebih banyak berlindung dari serangan yang terus berlangsung.
Sementara itu, peringatan dari komunitas internasional kian menguat.
Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
“Setiap serangan terhadap infrastruktur sipil merupakan pelanggaran hukum internasional dan pelanggaran yang sangat jelas,” ujarnya.
Sejumlah negara seperti Mesir, Pakistan, dan Turki juga telah mengajukan proposal gencatan senjata serta pembukaan kembali Selat Hormuz kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff.
Di sisi lain, Iran bersama Oman tengah menyusun mekanisme pengelolaan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia pada masa damai.
Namun, sejak pecahnya konflik pada 28 Februari, Iran menolak mengizinkan kapal AS dan Israel melintas di jalur tersebut.
(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)
| Donald Trump Buka Suara Usai Insiden Penembakan: Tegaskan Tak Gentar, Siap Menangkan Perang di Iran |
|
|---|
| Trump Ogah Buru-buru Akhiri Perang dengan Iran, Sebut Hormuz Kendali AS: Saya Membuatnya Tertutup! |
|
|---|
| Rakyat Amerika Serikat Sudah Muak dengan Donald Trump, Perang Iran Dianggap Blunder Presiden AS |
|
|---|
| Pemerintah RI Tegas Sebut Selat Malaka Boleh Dilewati Kapal dari Negara Lain, Termasuk Kapal Tempur |
|
|---|
| Sempat Dikabarkan Disita AS, Kapal Kargo Iran Berhasil Lewati Laut Oman, Selamat Usai Dikawal IRGC |
|
|---|