Breaking News:

Iran vs AS

Arab Saudi Waspadai Krisis Minyak Global Terus Berlanjut hingga 2027 Usai Selat Hormuz Lumpuh Total

Arab Saudi waspadai krisis minyak global hingga 2027 usai Selat Hormuz dilaporkan lumpuh total parah

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Selat Hormuz dilaporkan mengalami gangguan serius yang memicu kekhawatiran besar terhadap pasokan minyak global.
  • Arab Saudi memperingatkan krisis energi bisa berlangsung lama hingga 2027 jika kondisi tidak segera pulih.
  • Gangguan ini membuat harga minyak dunia bergejolak dan meningkatkan risiko kelangkaan pasokan internasional.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik kritis setelah laporan menyebutkan bahwa Selat Hormuz mengalami gangguan serius hingga disebut “lumpuh total”.

Situasi ini langsung memicu kekhawatiran global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling vital di dunia.

Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di kawasan pun meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak jangka panjang dari krisis ini.

Pemerintah Saudi menilai gangguan di Selat Hormuz berpotensi mengguncang stabilitas pasokan energi global dalam skala besar.

Sejumlah analis energi memperkirakan harga minyak dunia bisa kembali melonjak tajam jika kondisi tidak segera pulih.

Bahkan, skenario terburuk menunjukkan krisis energi ini dapat berlangsung hingga tahun 2027.

Negara-negara pengimpor minyak kini mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kelangkaan pasokan.

Pasar global pun bereaksi cepat dengan fluktuasi harga yang semakin tidak stabil dalam beberapa hari terakhir.

Di tengah situasi ini, dunia menanti langkah diplomasi dan intervensi internasional untuk meredakan ketegangan di kawasan strategis tersebut.

Saat ini, pasar minyak global diperkirakan belum akan kembali normal dalam waktu dekat jika lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz tidak segera pulih.

Perusahaan energi milik Pemerintah Arab Saudi, Saudi Aramco, memperingatkan bahwa gangguan di jalur strategis tersebut dapat memperpanjang krisis pasar minyak hingga tahun depan, bahkan berpotensi berlanjut sampai 2027.

CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan, pasar minyak membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali stabil apabila gangguan pasokan terus berlangsung.

“Semakin lama gangguan pasokan berlanjut, bahkan hanya beberapa pekan tambahan, maka akan dibutuhkan waktu yang jauh lebih lama bagi pasar minyak untuk kembali seimbang dan stabil,” kata Nasser, dikutip dari Antara, Selasa (12/5/2026).

Nasser menyebut, krisis pasar minyak dapat berlangsung hingga 2027 apabila kebuntuan di Selat Hormuz berlanjut hingga pertengahan Juni.

Menurut dia, pasar minyak global sejauh ini telah kehilangan sekitar satu miliar barel minyak akibat terganggunya produksi atau transportasi.

Halaman 1/2
Tags:
Arab SaudiminyakSelat Hormuz
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved