TOPIK
Kasus Ferdy Sambo
-
Kubu Putri Candrawathi diwakili oleh kuasa hukumnya, Febri Diansyah, mengklaim punya empat bukti adanya pelecehan yang dilakukan oleh Brigadir J.
-
Sebelum Bharada E minta maaf, sosok ini lebih dulu video call ayah Brigadir J, sampaikan maaf.
-
Ferdy Sambo merasa bersalah ke anak buah, akui telah buat rekayasan kematian Brigadir J, sebut anak buah tak layak dihukum.
-
Dianggap anak sendiri, Reza dan Brigadir J ternyata sempat dipamerkan Putri Candrawathi ke ibu-ibu Bhayangkari. Dipuji ganteng dan baik.
-
Tak tega lihat ibunya sedih kehilangan Brigadir J yang tewas dibunuh, Reza adik Yosua rela mundur dari kepolisian demi sang ibu.
-
Bharada E tak bisa tolak perintah Ferdy Sambo seperti yang dilakukan Bripka RR, pengacara beber alasan, singgung kedekatan.
-
Bripka RR mau minta maaf ke ortu Brigadir J. Namun bukan merasa bersalah tapi karena gagal cegah Ferdy Sambo.
-
Mengaku hanya jalankan perintah dan tak tahu soal CCTV, ini kesaksian Hendra Kurniawan, pengacara sebut tak ada yang berani menolak Ferdy Sambo.
-
Kamaruddin mengaku mendapat informasi bahwa Putri Candrawathi sempat menggoda Brigadir J di Magelang.
-
Menurut pria yang akrab disapa Acay itu, wajah Ferdy Sambo tampak tidak seperti biasanya saat kali pertama ia menemuinya usai insiden penembakan.
-
Besar hati Reza Hutabarat, adik kandung Brigadir J, mengaku tak ada dendam dengan Bharada E.
-
Bripka Ricky Rizal ingin bertemu orangtua Brigadir J untuk minta maaf, bukan karena menembak, tapi sesali perbuatannya ini.
-
Ferdy Sambo marah dan melotot tahu rekaman CCTV di Kompleks Duren Tiga sudah berada di Polres Jakarta Selatan, minta sosok ini ambil lagi.
-
Bharada E akan berkata jujur, ia menyatakan sudah siap menghadapi bekas Kadiv Propam Ferdy Sambo, demi keadilan untuk Brigadir Yosua Hutabarat.
-
Sambil berurai air mata Rosti Simanjuntak berharap Bharada E dapat berkata dengan jujur. Ia ingin pulihkan nama baik Brigadir J.
-
Negara tak punya uang, Kamaruddin Simanjuntak rogoh kocek pribadi demi hadirkan 12 saksi dari keluarga Brigadir J ke PN Jakarta Selatan.
-
Dalam persidangan tersebut, Vera mengatakan bahwa Yosua sempat menyampaikan mendapatkan setidaknya tiga kali ancaman sebelum akhirnya tewas ditembak.
-
Reza Hutabarat dilarang lihat dan angkat jenazah Brigadir J, sosok yang melarang berpangkat Kombes, pikiran tak karuan.
-
Keluarga Brigadir J mengaku ditelepon sosok misterius, diminta tak bicara ke media, ini isi percakapannya.
-
Vera Simanjuntak beberkan curhatan Brigadir J, kesal disalahkan saat Putri Candrawathi sakit, sempat mengumpat.
-
Inilah kalimat yang disampaikan Bharada E ketika bersimpuh di hadapan orangtua almarhum Brigadir Yosua Nofriansyah Hutabarat, Samuel Hutabarat.
-
Ronny mengatakan, sikap Eliezer yang tidak menolak permintaan Ferdy Sambo untuk menembak Yosua lantaran faktor pangkat di antara keduanya
-
Bertemu langsung di persidangan, Bharada E langsung simpuh di kaki orangtua Brigadir J. Perlakuan Samuel Hutabarat bikin terenyuh.
-
Usai persidangan, Kamaruddin menyampaikan, berdasarkan konsultasi dengan pengacara senior bahwa penggunaan senjata api harus ada uji kelayakan.
-
Bharada E yang mulanya duduk di sebelah kuasa hukum langsung bangun dari tempat duduknya setelah melihat orang tua Brigadir J masuk ke ruang sidang.
-
Ungkap pertengkaran Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Kamaruddin Simanjuntak bahas wanita simpanan hingga kabar pisah rumah.
-
Alas kaki milik Brigadir J yang sempat terekam kamera CCTV sempat dipertanyakan keberadaannya.
-
Suara Bharada E bergetar saat minta maaf ke orangtua Brigadir J, sungkem dan cium tangan, begini reaksi Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.
-
Keluarga Brigadir J akan hadir sebagai saksi dalam sidang pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada Selasa 25 Oktober 2022.
-
Dugaan IPW soal buku hitam yang selalu dibawa Ferdy Sambo saat sidang, duga berisi nama jenderal polisi penerima gratifikasi bisnis tambang.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved
ip-172-31-14-89