Breaking News:

Berita Viral

Cara Elegan Verrell Balas Roastingan Pandji, Pamer Hasil Kerja di DPR, Beda dengan Gibran dan KDM

Tak terpancing roastingan Pandji, Verrell pilih pamer kinerja DPR. Gaya elegan, beda dari Gibran dan KDM.

Editor: Eri Ariyanto
Instagram/@bramastavrl
MENS REA PANDJI - Tak terpancing roastingan Pandji, Verrell pilih pamer kinerja DPR. Gaya elegan, beda dari Gibran dan KDM. 

Ternyata setelah diperhatikan konten tersebut menggunakan karya musik milik komedian Pandji Pragiwaksono berjudul “Lagu Melayu”.

Langkah ini memicu spekulasi warganet, apakah unggahan tersebut merupakan respons tersirat terhadap materi stand-up comedy Pandji dalam pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix.

Dugaan bahwa Gibran memberikan tanggapan secara tidak langsung lewat unggahan terbaru di akun Instagram resminya, @gibran_rakabuming.

Dalam unggahan tersebut, Gibran membagikan momen kunjungannya ke DossGuavaXR Studio, sebuah studio produksi film dan konten kreatif berbasis teknologi Extended Reality (XR) dan virtual production.

“Mampir ke Doss Guava XR Studio, ruang film berbasis teknologi extended reality yang sangat membanggakan,” tulis Gibran dalam keterangan unggahannya.

Warganet menyoroti pemilihan lagu yang ternyata merupakan karya Pandji Pragiwaksono berjudul “Lagu Melayu”.

"Lagu nya panji botak , menyala mas wapres." tulis sebuah akun yang didukung lebih dari 1800 likes.

"Padji Melenium nyenggol mas wapres, lagu nya langsung dipake mas Wapres" tulis akun yang lainnya yang mendapatkan dukungan lebih dari 1200 likes.

"Lagu nya panji botak , menyala mas wapres." tulis sebuah akun yang didukung lebih dari 1800 likes.

"Padji Melenium nyenggol mas wapres, lagu nya langsung dipake mas Wapres" tulis akun yang lainnya yang mendapatkan dukungan lebih dari 1200 likes." tulis akun yang lainnya.

Mens Rea sendiri merupakan komedi spesial Pandji Pragiwaksono yang mengangkat kritik terhadap budaya hukum di Indonesia, serta berbagai ironi dalam kehidupan sosial dan politik.

Sedangkan  “Lagu Melayu” merupakan bagian dari album TAKKAN USAI yang dirilis Pandji Pragiwaksono pada 1 Februari 2018.

Lagu ini mengusung pesan kebanggaan terhadap identitas Melayu sekaligus merayakan kekayaan budaya Indonesia.

Pemilihan lagu tersebut dinilai sebagian warganet sebagai sinyal bahwa Gibran merespons situasi dengan tenang dan tidak reaktif, meskipun namanya menjadi bahan satire di panggung komedi.

Sebelumnya Gibran dikenal kerap menyikapi kritik politik melalui simbol-simbol tertentu.

Halaman 3/4
Tags:
Verrell BramastaPandji PragiwaksonoGibran Rakabuming RakaDedi Mulyadi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved