Breaking News:

Berita Viral

Cara Elegan Verrell Balas Roastingan Pandji, Pamer Hasil Kerja di DPR, Beda dengan Gibran dan KDM

Tak terpancing roastingan Pandji, Verrell pilih pamer kinerja DPR. Gaya elegan, beda dari Gibran dan KDM.

Editor: Eri Ariyanto
Instagram/@bramastavrl
MENS REA PANDJI - Tak terpancing roastingan Pandji, Verrell pilih pamer kinerja DPR. Gaya elegan, beda dari Gibran dan KDM. 

Seperti penggunaan atribut, pilihan visual, atau respons singkat di media sosial.

Penggunaan lagu karya Pandji ini pun dianggap sebagai penegasan bahwa Gibran tetap mengikuti dinamika percakapan publik tentang dirinya, termasuk kritik yang disampaikan dalam pertunjukan Mens Rea.

Jadi apakah postingan Gibran ini ada sangkut pautnya dengan materi Pandji Pragiwaksono di Mens Rea?

DEDI TANTANG PANDJI - Kolase Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan komika Pandji Pragiwaksono.
DEDI TANTANG PANDJI - Kolase Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan komika Pandji Pragiwaksono. (Instagram)

Pandji singgung Dedi Mulyadi artis YouTube

Dalam salah satu segmennya, Pandji Pragiwaksono mengangkat fenomena pilihan politik masyarakat Jawa Barat yang dinilainya cenderung mengarah pada figur publik dari dunia hiburan.

"Orang Sunda seneng banget milih artis.

Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar artis film, Wakil Gubernur mereka Dede Yusuf artis tv.

Sekarang Gubernurnya Dedi Mulyadi artis YouTube," kata Pandji Pragiwaksono yang disambut tawa penonton.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling disorot dari Mens Rea, karena menyentuh relasi antara popularitas, elektabilitas, dan kepemimpinan di ruang demokrasi.

Dedi Mulyadi Menanggapi

Tak tinggal diam, Dedi Mulyadi merespons pernyataan Pandji melalui sebuah video di Instagram Reel akun @dedimulyasi71 pada Minggu, 4 Januari 2025.

Dalam unggahan itu, ia terlebih dahulu menyampaikan apresiasi terhadap karya sang komika.

"Bang Pandji terima kasih ya, saya penggemar anda lho, anda ini keren setiap pernyataan-pernyataannya itu menggelitik, korektif, dan edukatif.

Termasuk nih, orang Jawa Barat tuh memilih peminpin selalu yang keartisan, tetapi sayang sekali bang Pandji, Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf waktu nyalonin Gubernur malah nggak kepilih," kata Dedi Mulyadi.

Ia kemudian meluruskan anggapan bahwa latar belakang artis otomatis identik dengan minimnya kapasitas kepemimpinan.

Menurutnya, kompetensi tetap menjadi faktor penting yang dimiliki sebagian figur publik.

"Tetapi walaupun dia artis, saya ngaku jujur, Pak Dede Yusuf punya kemampuan pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik, dan sekarang dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR RI juga kerangka berpikir pembangunannya keren.

Nah, untuk itu banyak yang ngartis juga punya kemampuan," ungkap Dedi Mulyadi.

Menanggapi sebutan “artis YouTube” yang diarahkan kepadanya, Dedi Mulyadi justru mengajak Pandji Pragiwaksono untuk melihat langsung kinerjanya di lapangan.

"Nah, sedangkan saya sendiri, yang dianggap Gubernur yang YouTuber, saya nggak boleh muji diri saya, baik apa enggak saya memimpin.

Nah gini aja, kang Pandji datang ke Jabar, keliling, lewatin tuh jalan jalan provinsi ya, kemudian keliling ke daerah-daerah di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat,

Saya ngebangunnya bener apa nggak, apakah saya ini hanya Gubernur konten, atau Gubernur kenyataan, ya kita sama-sama lihat bagaimana aksi di lapangan," papar Dedi Mulyadi.

Di akhir pernyataannya, Dedi Mulyadi menegaskan dukungannya terhadap kebebasan berekspresi dalam iklim demokrasi dan mendorong Pandji untuk terus berkarya.

"Terus berkarya melakukan otokritik yang terbuka, karena ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pernyataan pikiran dan gagasan termasuk koreksi secara terbuka, apalagi dikemas dalam koreksi-koreksi yang jenaka, keren," pungkas Dedi Mulyadi.

(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)(Tribuntrends.com)(Surya.co.id)

Halaman 4/4
Tags:
Verrell BramastaPandji PragiwaksonoGibran Rakabuming RakaDedi Mulyadi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved