Breaking News:

Penanganan Covid

Orang Masih Bisa Terinfeksi Covid-19 Meski Divaksin, Ini Kata CDC, Tak Beri Perlindungan Sempurna

Meski sudah divaksin, orang masih bisa terinfeksi Covid-19, CDC beri penjelasan.

Editor: ninda iswara
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan, membangun kekebalan "biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu."

"Itu berarti ada kemungkinan seseorang dapat terinfeksi virus yang menyebabkan Covid-19 tepat sebelum atau setelah vaksinasi dan tetap sakit," kata CDC.

Moderna mengukur kemanjuran vaksinnya mulai 14 hari setelah dosis kedua, sementara Pfizer mengukurnya mulai tujuh hari setelah dosis kedua.

Vaksin Mungkin Tidak Memberikan Perlindungan yang Sempurna

Tidak ada vaksin yang 100 persen efektif dan pembuat vaksin virus corona masih mengevaluasi apakah suntikan dapat melindungi dari semua infeksi, atau hanya menyebabkan gejala.

CDC memperkirakan, 40 persen infeksi virus corona tidak menimbulkan gejala dan uji coba vaksin Moderna dan Pfizer/BioNTech hanya meligat apakah vaksin dapat mencegah infeksi simtomatik.

Pada Desember 2020, Moderna mengatakan, pihaknya telah menyerahkan data ke Food and Drug Administration (FDA) AS, yang menunjukkan, vaksinnya mencegah 2/3 dari semua infeksi, termasuk infeksi tanpa gejala.

Untuk saat ini, CDC merekomendasikan agar orang tidak berasumsi, mereka sepenuhnya kebal setelah divaksinasi.

Secara keseluruhan, kedua vaksin memberikan perlindungan sekira 95 persen dalam uji klinis.

Jadi, sejumlah kecil orang masih bisa tertular virus, bahkan setelah menerima dua suntikan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved